Saat Stamina Matsuda Menurun, Thanaphat Membalikkan Final M-15 Nusa Dua

Stamina menjadi pembeda saat final M-15 Nusa Dua memasuki set penentuan. Thanaphat Boosarawongse memanfaatkan penurunan tenaga Ryuki Matsuda untuk menutup pertandingan dengan kemenangan 7-5.

Petenis Thailand itu akhirnya menang 4-6, 6-3, 7-5 setelah bertanding selama 2 jam 58 menit di Nusa Dua Tennis Court pada Minggu (26/7). Hasil tersebut mengantarkan Thanaphat menjadi juara seri pertama M-15 Men’s World Tennis Championship 2026.

Set penentuan yang menguras fisik

Final berlangsung dengan banyak reli panjang dari garis belakang lapangan. Kedua pemain sama-sama mengandalkan daya tahan dan konsistensi pukulan untuk mengendalikan pertandingan.

Matsuda mampu merebut set pertama 6-4 setelah Thanaphat berada di bawah tekanan dan membuat sejumlah kesalahan sendiri. Set pembuka itu saja berlangsung selama 64 menit.

Thanaphat kemudian menemukan ritme pada set kedua dan menang 6-3. Keberhasilan menyamakan kedudukan membuatnya mampu mempertahankan tekanan pada pertandingan berikutnya.

Pada set ketiga, Matsuda terlihat jatuh-bangun ketika duel memasuki fase akhir. Thanaphat menjaga ketenangannya dan mengamankan game-game penting untuk menang 7-5.

Perbandingan hasil final

PemainHasilHadiah
Thanaphat BoosarawongseJuara, 4-6, 6-3, 7-52.160 dolar AS
Ryuki MatsudaRunner-up1.272 dolar AS

Selain trofi, Thanaphat menerima hadiah 2.160 dolar AS dari kemenangan tersebut. Matsuda, petenis Jepang yang datang dengan peringkat 769 ATP, mendapat 1.272 dolar AS sebagai runner-up.

Perjalanan dari fase awal turnamen

Gelar ini memiliki arti khusus karena Thanaphat harus melewati fase kualifikasi sebelum masuk ke babak utama. Ia mampu melanjutkan perjalanan dari fase awal itu hingga berdiri sebagai pemenang di partai final.

Dalam rilis kepada detikSport, Thanaphat menyebut laga melawan Matsuda sebagai pertandingan yang sangat melelahkan. Ia mengatakan dukungan keluarga yang hadir di tribun memberi arti besar dalam keberhasilannya.

“Sebuah laga yang begitu melelahkan namun berkat kerja keras serta dukungan keluarga yang selalu hadir di tribun penonton, akhirnya membuahkan hasil gelar juara, menjadi sebuah cerita indah selama mengikuti serangkaian turnamen termasuk M-15 seri pertama di Nusa Dua Bali,” ujar Thanaphat.

Kemampuannya membalikkan pertandingan memperlihatkan ketahanan Thanaphat menghadapi tekanan setelah kalah pada set pertama. Ia mengubah jalannya final melalui set kedua sebelum menyelesaikan duel pada set ketiga.

Seri kedua membuka peluang baru

Setelah seri pertama selesai, Men’s World Tennis Championship di Nusa Dua langsung berlanjut ke seri kedua. Babak kualifikasi dijadwalkan berlangsung pada Senin (27/6).

Fase tersebut akan diikuti 32 petenis yang memperebutkan delapan tempat di babak utama. Hasil seri pertama menunjukkan peserta dari kualifikasi tetap memiliki peluang untuk melaju sampai ke gelar juara.

Baca Juga