Thailand memasuki semifinal Piala AFF 2026 dengan empat kemenangan pada fase grup, tetapi catatan itu tidak membuat mereka lengah. Gajah Perang menempatkan Ilhan Fandi sebagai ancaman utama dari lini serang Singapura.
Bek Thailand Waris Choolthong menilai Ilhan memiliki kemampuan yang dapat memengaruhi pertandingan. Penyerang Singapura itu telah mengoleksi tiga gol dan menjadi pencetak gol terbanyak timnya di turnamen.
Rekor Fase Grup Bukan Jaminan
Empat kemenangan beruntun memberi Thailand modal kuat sebelum memasuki babak semifinal. Namun, leg pertama akan dimainkan di kandang Singapura sehingga Thailand harus menghadapi lawan yang memiliki dukungan tuan rumah.
Pertandingan Thailand melawan Singapura dijadwalkan digelar di Stadion Jalan Besar, Kallang, Sabtu (15/8). Thailand berstatus tim tamu, sementara Singapura berusaha memanfaatkan kesempatan tampil di hadapan pendukungnya sendiri.
Singapura lolos ke semifinal dari Grup A. Kehadiran Ilhan dengan tiga gol membuat lini depan mereka menjadi perhatian khusus bagi Thailand.
| Faktor | Thailand | Singapura |
|---|---|---|
| Status pertandingan | Tim tamu | Tuan rumah |
| Modal menuju semifinal | Empat kemenangan fase grup | Lolos dari Grup A |
| Catatan pemain kunci | Waris Choolthong | Ilhan Fandi mencetak tiga gol |
Waris Mengenal Kualitas Ilhan
Waris memiliki dasar penilaian yang kuat saat menyebut Ilhan sebagai pemain paling berbahaya dari Singapura. Keduanya pernah bermain bersama untuk BG Pathum pada musim 2024/2025.
Pengalaman tersebut membuat Waris memahami kemampuan mantan rekan setimnya. Ia menilai Ilhan mempunyai bakat, kualitas tinggi, dan semangat besar ketika membela tim.
“Bagi saya, pemain Singapura yang paling berbahaya adalah Ilhan Fandi. Ilhan sangat berbakat dan memiliki kualitas tinggi,” kata Waris seperti dikutip Thairath.
Penilaian itu menunjukkan Thailand tidak hanya mengandalkan catatan hasil kolektif untuk menghadapi semifinal. Mereka juga memberi perhatian terhadap pemain yang dapat mengubah situasi melalui ketajamannya di depan gawang.
Percakapan Berlanjut, Rivalitas Dimulai
Meski akan berhadapan sebagai lawan, Waris mengaku masih sering berbincang dengan Ilhan selama turnamen berlangsung. Hubungan itu menjadi latar personal yang menarik menjelang pertemuan Thailand dan Singapura.
“Mungkin terdengar agak lucu tetapi selama turnamen ini saya sering berbincang dengannya dan pada akhirnya kami justru harus saling berhadapan,” ujar Waris. Ia menegaskan komunikasi di luar lapangan tidak akan mengubah sikap keduanya saat bertanding.
Waris menyatakan pertemanan akan dikesampingkan selama pertandingan berjalan. Setelah laga usai, hubungan baik keduanya dapat kembali seperti semula.
“Meskipun kami berteman di luar lapangan, kami tidak akan menjadi teman selama 90 menit pertandingan. Kami akan kembali berteman saat peluit akhir dibunyikan,” kata Waris.
Semifinal ini akan menguji kemampuan Thailand mempertahankan konsistensi setelah fase grup yang sempurna. Bagi Singapura, ketajaman Ilhan menjadi salah satu modal untuk menghadapi tim yang datang dengan rekor empat kemenangan.






