Dari Tebasan Adaptif hingga Api, Ini Senjata Sukuna sebagai Raja Kutukan

Tebasan yang dapat menyesuaikan ketahanan target dan api bersuhu sangat tinggi menjadi fondasi kekuatan Ryomen Sukuna. Kombinasi serangan itu membuat Raja Kutukan berbahaya dalam pertarungan satu lawan satu maupun saat menghancurkan area luas.

Cleave dan Dismantle memberi Sukuna pilihan serangan yang berbeda, sedangkan Fuga menghadirkan daya bakar ekstrem. Ia juga memiliki variasi Spiderweb yang dapat merusak tanah dan lingkungan di sekitar sasaran.

Empat Teknik Utama Sukuna

TeknikKarakter Serangan
Dismantle (Kai)Tebasan standar untuk objek mati atau lawan dengan pertahanan rendah.
Cleave (Hachi)Tebasan yang beradaptasi dengan ketahanan dan energi kutukan target.
Spiderweb (Kumo no Ito)Tebasan berpola jaring untuk merusak tanah serta area sekitar.
FugaSerangan api bersuhu tinggi yang dapat menghanguskan musuh dengan cepat.

Cleave menjadi salah satu kemampuan paling mengkhawatirkan karena tidak bekerja sebagai tebasan biasa. Teknik itu dapat merespons tingkat ketahanan dan energi kutukan target agar mampu memotong dalam satu serangan.

Sebaliknya, Dismantle dipakai sebagai tebasan yang lebih langsung terhadap objek atau lawan tertentu. Kehadiran Spiderweb memperlihatkan bahwa daya rusak Sukuna tidak selalu berpusat pada satu musuh.

Domain yang Menghantam Radius 200 Meter

Skala kekuatan Sukuna semakin terlihat saat ia menggunakan perluasan domain Malevolent Shrine atau Fukuma Mizushi. Tidak seperti domain penyihir lain, teknik ini tidak menciptakan ruang tertutup yang dilindungi penghalang.

Sukuna dapat mewujudkan domain tersebut langsung di dunia nyata dengan jangkauan hingga 200 meter. Serangan Cleave dan Dismantle kemudian terus menghantam target dan lingkungan di dalam radiusnya.

Keunggulan domain tanpa penghalang itu menunjukkan penguasaan Sukuna terhadap esensi energi kutukan. Kemampuan ini pula yang menempatkannya pada tingkat ancaman yang sangat sulit dihadapi oleh penyihir jujutsu biasa.

Kecerdikan di Balik Daya Hancur

Sukuna tidak hanya bertarung dengan kekuatan brutal, melainkan juga cerdas membaca situasi. Ia memahami potensi teknik kutukan dan melihat orang lain berdasarkan kegunaan mereka bagi rencananya.

Sikap itu tampak dalam perhatiannya terhadap Megumi Fushiguro. Sukuna tertarik pada teknik Ten Shadows karena menilai kemampuan tersebut dapat digunakan untuk rencana jangka panjang, termasuk reinkarnasi sempurna.

Hubungannya dengan Yuji Itadori berjalan dengan arah berbeda. Sejak Yuji memakan satu jari terkutuk Sukuna pada awal Jujutsu Kaisen, Sukuna bersemayam di tubuhnya tetapi memandang pemuda itu sebagai kandang yang membosankan.

Ketahanan tubuh Yuji yang luar biasa membuat Sukuna tidak bisa mengambil alih kesadarannya sepenuhnya tanpa kontrak tertentu. Situasi itu menciptakan batas bagi Sukuna, sekaligus membuatnya terus menunggu kesempatan untuk mendapatkan kendali lebih besar.

Asal Usul Raja Kutukan

Sukuna disebut bukan sebagai roh kutukan murni sejak awal, melainkan penyihir manusia dari Era Heian sekitar 1.000 tahun lalu. Era tersebut dikenal sebagai Zaman Keemasan Jujutsu, dengan wujud Sukuna yang memiliki empat lengan dan dua wajah.

Para penyihir pernah berusaha mengalahkannya dengan seluruh kekuatan, tetapi gagal memusnahkannya sepenuhnya. Setelah kematiannya, tubuh Sukuna berubah menjadi 20 jari terkutuk yang tersebar di Jepang.

Setiap jari menyimpan fragmen jiwa dan kekuatan Sukuna, sehingga jumlah yang dikonsumsi wadahnya menentukan pemulihan kekuatan serta kendalinya. Media Indonesia juga mencatat bahwa namanya terinspirasi dari figur mitologi Jepang yang dikaitkan dengan Provinsi Hida.

Dalam cerita, Sukuna tidak setia kepada manusia maupun roh kutukan dan menikmati penderitaan pihak lain. Namun, ia dapat memberi sedikit penghargaan kepada lawan yang mampu menawarkan perlawanan berarti, seperti Satoru Gojo.

Perpaduan teknik adaptif, domain berskala luas, dan kecerdikan menjadikan Sukuna lebih dari sekadar petarung kuat. Ia menjadi ancaman yang mampu menghancurkan lawan sekaligus mengatur langkah untuk memenuhi kepentingannya sendiri.

Baca Juga