Tekanan Jungle EVOS Mematahkan RRQ Hoshi, Awal Berat bagi Demonkite dan Sutsujin

Tekanan EVOS ke area jungle menjadi pembeda utama dalam kemenangan 2-0 atas RRQ Hoshi pada laga pembuka MPL Indonesia Season 18. Permainan terkoordinasi itu membuat RRQ Hoshi kesulitan mengambil alih kendali dalam Derbi Klasik yang berlangsung di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

RRQ Hoshi membawa perubahan besar ke pertandingan tersebut, tetapi belum memperoleh hasil yang diharapkan. Debut Jonard Cedrix “Demonkite” Caranto dan transisi Arthur Christopher Sunarkho atau Sutsujin ke Gold Lane langsung menghadapi ujian berat dari EVOS.

EVOS menjaga intensitas permainan sepanjang dua game tanpa memberi RRQ Hoshi kesempatan menemukan respons yang efektif. Sapu bersih tersebut mengantar EVOS memulai musim dengan satu kemenangan pertandingan dan catatan game 2-0.

Derbi Klasik itu juga menarik perhatian besar penonton. Pertandingan mencatatkan jumlah penonton puncak lebih dari 1,33 juta.

RRQ Hoshi Memulai dari Dasar Klasemen

Kekalahan tanpa kemenangan game menempatkan RRQ Hoshi pada posisi kesembilan klasemen sementara. Tim tersebut memiliki rekor yang sama dengan NAVI, yakni 0-1 dalam pertandingan dan 0-2 dalam game.

Situasi ini membuat evaluasi awal musim menjadi penting bagi RRQ Hoshi. Komunikasi tim serta penyesuaian terhadap komposisi pemain menjadi dua hal yang perlu dibenahi setelah menghadapi tekanan EVOS.

Demonkite datang sebagai pemain pinjaman asal Filipina dan menjalani penampilan pertamanya pada laga ini. Kehadirannya menjadi bagian dari susunan baru RRQ Hoshi yang masih berusaha menemukan keselarasan permainan.

Peran baru Sutsujin sebagai Gold Lane juga menambah dinamika yang harus disatukan oleh tim. Penyesuaian posisi itu belum cukup untuk memberi RRQ Hoshi jalan keluar dari tekanan yang dibangun EVOS.

PosisiTimMatchGame
1EVOS1-02-0
2Alter Ego1-02-0
8NAVI0-10-2
9RRQ Hoshi0-10-2

Alter Ego Mengimbangi Start EVOS

Posisi puncak klasemen sementara tidak hanya ditempati EVOS. Alter Ego mengoleksi catatan identik setelah mengalahkan NAVI dengan skor 2-0 pada pertandingan lain di hari pertama.

Alter Ego tampil solid melalui rotasi cepat yang membuat NAVI tidak mampu membangun perlawanan berarti. Persiapan matang dan bootcamp intensif menjelang Asian Games 2026 disebut menjadi penopang kesiapan tim.

Muhammad Affan Wahyudi atau Yazukee menjadi salah satu pemain kunci Alter Ego dalam pertandingan tersebut. Jungler itu tampil dominan saat menggunakan hero Assassin Jungle Hirara.

Kemenangan bersih dari EVOS dan Alter Ego membuat keduanya lebih nyaman mengawali persaingan. Namun, status pemimpin klasemen masih sementara karena lima tim belum memainkan pertandingan pertama.

Bigetron by Vitality, Dewa United Esports, Geek Fam, ONIC Esports, serta Team Liquid ID masih memiliki rekor 0-0. Kehadiran mereka pada pertandingan berikutnya dapat mengubah susunan papan atas maupun posisi tim-tim yang sudah kalah.

Nilai Penting Kemenangan EVOS

Bagi EVOS, kemenangan atas rival lama memberikan modal kuat sejak hari pertama MPL Indonesia Season 18. Keberhasilan menjaga tekanan di jungle lawan memperlihatkan kesiapan koordinasi tim pada awal kompetisi.

Bagi RRQ Hoshi, laga ini menunjukkan bahwa perubahan roster memerlukan proses yang tidak singkat. Pertandingan pekan berikutnya akan menjadi kesempatan untuk memperbaiki respons permainan, terutama ketika menghadapi tekanan dan membangun komunikasi tim.

Hasil pada hari pertama belum menentukan persaingan sepanjang musim, tetapi selisih awal sudah terbentuk. EVOS dan Alter Ego memulai dari puncak, sedangkan RRQ Hoshi serta NAVI harus mengejar ketertinggalan setelah kekalahan 0-2.

Baca Juga