Pemerintah Andalkan Stok Beras 5,2 Juta Ton untuk Redam Risiko Kekeringan El Nino

Pemerintah mengandalkan stok beras sekitar 5,2 juta ton untuk meredam risiko pasokan akibat musim kemarau yang lebih kering. Cadangan ini dinilai cukup karena kebutuhan penyangga selama kemarau biasanya hanya sekitar 3 juta ton.

Data Perum Bulog mencatat Cadangan Beras Pemerintah berada pada 5,24 juta ton per 22 Juli 2026. Pemerintah menyiapkan cadangan tersebut bersama skema penyaluran agar gangguan cuaca tidak langsung menekan ketersediaan beras di pasar.

Stok Menjadi Bantalan Saat Kemarau

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan beras. Ia menilai kelebihan persediaan lebih dari 2 juta ton memberi ruang pengaman dalam menghadapi El Nino.

“Jadi kita tidak perlu khawatir, karena kapasitas yang diperlukan selama musim kemarau biasanya sekitar 3 juta ton. Sedangkan stok kita sekarang masih ada 5,2 juta ton, masih ada kelebihan lebih dari 2 juta ton,” kata Amran dalam keterangan resminya pada Kamis, 23 Juli 2026.

Pengalaman menghadapi El Nino pada 2015, 2023, dan 2024 disebut menjadi dasar pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan. Cadangan beras dipersiapkan sebagai benteng terhadap kemungkinan dampak kekeringan pada sektor pangan.

Distribusi Dilakukan Melalui Dua Jalur

Pemerintah menjalankan penyaluran melalui Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau Program SPHP. Hingga periode Maret sampai Desember 2026, program ini telah menyalurkan 507,75 ribu ton beras.

Capaian tersebut setara 61,32 persen dari target 828 ribu ton. Pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan beras sebanyak 997,2 ribu ton yang akan mulai disalurkan Perum Bulog pada Agustus 2026.

Bantuan pangan itu menyasar 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat di seluruh provinsi. Skema ini menjadi jalur tambahan untuk menyalurkan cadangan pemerintah kepada kelompok penerima manfaat.

KomponenJumlahKeterangan
Cadangan beras Bulog5,24 juta tonPer 22 Juli 2026
Penyaluran SPHP507,75 ribu ton61,32% dari target 828 ribu ton
Bantuan pangan beras997,2 ribu tonUntuk 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat

Jarak Besar dari Stok Menjelang Puncak 2023

Kesiapan stok saat ini berbeda dibandingkan kondisi menjelang puncak El Nino 2023. Pada September 2023, stok beras tercatat 1,52 juta ton, sedangkan puncak El Nino menurut BMKG berlangsung pada Oktober hingga Desember.

Posisi 5,24 juta ton berarti cadangan meningkat 244,74 persen dibandingkan level sebelum puncak El Nino 2023. Perbedaan itu menjadi dasar penilaian pemerintah bahwa ruang pengaman pangan kini lebih besar.

Komoditas Lain dan Harga Ikut Dipantau

Cadangan pangan pemerintah daerah tingkat provinsi tercatat 7,35 ribu ton pada akhir Juni 2026. Sementara itu, cadangan di tingkat kabupaten dan kota mencapai 13,15 ribu ton di 323 daerah.

Stok jagung pakan mencapai 176 ribu ton per 20 Juli dan disalurkan kepada peternak unggas melalui SPHP. Cadangan minyak goreng tercatat 1.000 kiloliter, gula konsumsi 2,79 ribu ton, serta daging ayam di ID Food sebanyak 38 ton.

BPS mencatat Indeks Perkembangan Harga hingga pekan ketiga Juli 2026 secara umum masih terkendali. Empat provinsi mengalami kenaikan indeks, sementara 34 provinsi mencatat penurunan.

Di tingkat kabupaten dan kota, indeks naik di 69 daerah dan turun di 283 daerah. Pemerintah terus memantau penyaluran, stok pangan, serta pergerakan harga selama risiko cuaca kering masih berlangsung.

Baca Juga