Kebebasan yang diberikan kepada pemain Persija Jakarta selama pemusatan latihan di Thailand tidak dilepaskan tanpa tanggung jawab. Shin Tae-yong menegaskan disiplin tetap diperlukan, terutama ketika skuad menjalani latihan dengan intensitas tinggi dua kali sehari.
Fokus itu berkaitan langsung dengan kebutuhan pemulihan pemain. Persija ingin para pemain mampu bekerja maksimal saat latihan, tetapi tetap memahami kapan tubuh harus diistirahatkan.
Shin menilai para pemain telah memahami prinsip tersebut dalam kegiatan tim. Ia melihat disiplin dapat tetap berjalan meski pemain memperoleh ruang kebebasan selama program berlangsung.
“Menurut saya, para pemain kami sekarang sudah memahami disiplin dalam kebebasan yang diberikan. Jadi mereka menjalankannya dengan sangat baik,” kata Shin Tae-yong melalui laman resmi Persija Jakarta.
Pemulihan menjadi bagian program
Penjagaan kondisi tidak diperlakukan sebagai urusan tambahan setelah pemain menyelesaikan latihan. Istirahat dan pemeliharaan kebugaran menjadi bagian yang menyatu dengan tuntutan program Persija di Thailand.
Witan Sulaeman bersama rekan-rekannya diminta memanfaatkan waktu jeda kegiatan dengan baik. Kebiasaan tersebut penting karena staf pelatih menerapkan ritme padat untuk mengoptimalkan kemampuan seluruh pemain.
Mediaindonesia.com melaporkan TC ini juga dimaksudkan untuk membangun kebiasaan profesional dalam skuad. Disiplin yang ditekankan Shin karena itu mencakup kepatuhan pada program tim, baik saat berada di lapangan maupun di luar sesi latihan.
Pemain dituntut mengenali saat yang tepat untuk mengerahkan kemampuan penuh. Mereka juga perlu memberi ruang bagi tubuh untuk pulih sebelum kembali menjalani materi latihan berikutnya.
Program fisik dan taktikal
Pemusatan latihan Persija di Thailand dijalankan pada 10 hingga 23 Agustus 2026. Agenda tersebut menjadi bagian dari persiapan Macan Kemayoran menyambut Super League 2026-2027.
| Program | Pelaksanaan | Fokus Utama |
|---|---|---|
| TC Thailand | 10-23 Agustus 2026 | Persiapan tim |
| Latihan pagi | Selama TC | Peningkatan fisik |
| Latihan sore | Selama TC | Pematangan taktikal |
| Uji coba Brisbane Roar | 29 Agustus 2026 | Rise For Glory |
Sesi pagi dipusatkan pada peningkatan kondisi fisik. Pada sore hari, tim pelatih mengarahkan pemain untuk memperdalam aspek taktikal dan pemahaman terhadap skema permainan.
Pembagian fokus itu membuat program tidak hanya menguji tenaga pemain. Persija juga membangun kesiapan kolektif melalui pengulangan materi taktik pada jadwal latihan yang rapat.
Ritme tersebut menuntut setiap pemain mampu beradaptasi. Kesiapan individu dan kerja sama tim diharapkan berkembang sebelum kompetisi musim baru dimulai.
Agenda setelah Thailand
Persija masih memiliki pertandingan uji coba setelah menyelesaikan pemusatan latihan serta rangkaian uji tanding di Thailand. Tim ibu kota dijadwalkan menghadapi klub Australia, Brisbane Roar, pada 29 Agustus 2026.
Pertandingan itu bertajuk Rise For Glory dan menjadi kelanjutan agenda persiapan Persija. Laga tersebut hadir setelah skuad menjalani penguatan fisik, pematangan taktik, serta pembiasaan disiplin selama TC.
Dengan agenda latihan dan pertandingan yang berdekatan, pemulihan tetap menjadi perhatian bagi tim. Persija menjaga disiplin pemain sebagai fondasi untuk menghadapi tahapan persiapan menuju Super League 2026-2027.






