Masih Sering Menangis, Sherly Rawat Makam Mpok Alpa dan Terus Kirimkan Doa

Sherly mengaku masih kerap menangisi dan merindukan Mpok Alpa meski telah setahun sang ibu meninggal dunia. Di tengah rasa kehilangan itu, ia terus mengirimkan doa serta merawat makam ibunya dengan bunga-bunga.

Perhatian Sherly terhadap makam Mpok Alpa menjadi salah satu caranya menjaga kasih sayang kepada sang mama. Ia berusaha membuat tempat peristirahatan terakhir ibunya tetap terlihat indah.

Permintaan Maaf untuk Sang Mama

Melalui unggahan di akun Instagram @mrshrlynaaa, Sherly menyampaikan pesan emosional untuk Mpok Alpa. Ia meminta maaf karena sampai saat ini masih sulit menahan tangis dan rasa rindu.

“Sekali lagi maafin Sherly ya Ma, kalau Sherly masih suka menangisi Mama dan masih sering kangen. Tetapi di sini Sherly selalu mendoakan Mama,” tulisnya.

Unggahan itu disampaikan ketika genap setahun kepergian Mpok Alpa. Sherly menyebut proses menerima kenyataan tersebut tidak berlangsung mudah karena ia merasa dipaksa untuk ikhlas menjadi piatu.

Merawat makam dan membawa bunga menjadi bentuk perhatian yang dapat terus ia lakukan. Hal tersebut berjalan bersamaan dengan tekadnya untuk tetap mendoakan sang ibu.

Kenangan yang Tidak Hilang

Menurut Sherly, rasa sakit yang dirasakan saat ini tidak berbeda dengan ketika ia pertama kali menerima kabar ibunya meninggal. Ia masih mengingat berbagai momen yang pernah dilalui bersama Mpok Alpa setiap hari.

“1 tahun yang dipaksa untuk ikhlas. Sampai detik ini, sakitnya masih sama seperti saat pertama kali mendapat kabar bahwa Mama meninggalkan Sherly selamanya,” tulis Sherly.

Ia menggambarkan kehilangan ibu sebagai kehancuran terbesar dalam hidupnya. Beritasatu melaporkan, Sherly merasa Mpok Alpa pergi pada saat dirinya masih sangat membutuhkan kehadiran sang mama.

“Tidak ada kehancuran yang paling hancur selain kehilangan Mama. Setiap hari Sherly selalu ingat semua momen bersama Mama,” lanjutnya.

Tekad Menjadi Sarjana

Di tengah masa dukanya, Sherly berusaha melanjutkan pendidikan dan menargetkan diri menjadi sarjana. Ia ingin mempersembahkan kelulusan itu sebagai bentuk kebanggaan untuk Mpok Alpa.

“Sekarang, di sini Sherly berusaha untuk membuat Mama bangga di sana. Sherly bakal menjadi sarjana,” ungkap Sherly dalam unggahannya.

Harapan tersebut berkaitan erat dengan antusiasme Mpok Alpa terhadap rencana wisuda putrinya. Sang ibu disebut selalu bertanya kapan Sherly akan menyelesaikan pendidikan dan menjalani wisuda.

“Itu adalah momen yang paling Mama tunggu-tunggu. Mama selalu bertanya, kapan Sherly wisuda,” sambung Sherly.

Mpok Alpa, yang bernama asli Nina Carolina, meninggal setelah berjuang melawan kanker. Bagi Sherly, doa, perawatan makam, dan tekad menyelesaikan pendidikan menjadi bagian dari langkahnya menjaga cinta serta mengenang sang ibu.

Baca Juga