Jejak pengerjaan teknis yang biasanya tersembunyi dalam proses produksi dapat menjadi bahasa desain sebuah jam tangan. Gagasan tersebut diangkat Seiko dalam Power Design Project 2026, yang memperlihatkan tujuh elemen watchmaking kepada publik Jakarta.
Pameran ini tidak memusatkan perhatian pada satu model jam tangan tertentu. Seiko justru mengajak pengunjung memahami bagaimana komponen kecil dapat membentuk kualitas, fungsi, dan identitas visual sebuah produk.
Jejak Teknis sebagai Ekspresi
Machining Marks menjadi salah satu materi yang dijelaskan oleh Naoya Sukeda, Watch Designer untuk SEIKO Selection dan Design Director of SEIKO Selection Team. Ia menyebut kontrol presisi atas detail tersebut penting karena dapat memengaruhi kualitas serta karakter produk.
“Dalam watchmaking, detail seperti ini membutuhkan kontrol presisi karena dapat memengaruhi kualitas dan karakter produk,” ujar Sukeda. Ia menambahkan bahwa jejak teknis dalam proses pembuatan dapat menjadi ekspresi desain, bukan hanya bagian dari tahapan produksi.
7 Bagian yang Menjadi Materi Pameran
Seiko menggelar pameran bertajuk Passionately and Obsessively Crafted Watches dengan tujuh elemen sebagai dasar eksplorasi. Rangkaian itu mencakup bentuk, tekstur, mekanisme, penunjuk informasi, hingga komponen yang menampilkan waktu.
| No. | Elemen | Kategori Perhatian |
|---|---|---|
| 1 | Machining Marks | Proses pengerjaan material |
| 2 | Spherical Surface | Permukaan dan bentuk |
| 3 | Dial Texture | Tekstur visual |
| 4 | Manual Winding | Mekanisme penggunaan |
| 5 | Bar Indices | Indeks dan cahaya |
| 6 | Day Indicator | Penunjuk informasi |
| 7 | Hands | Penunjuk waktu |
1. Machining Marks
Machining Marks menempatkan jejak pengerjaan material sebagai bagian yang layak diamati. Seiko menampilkan elemen ini untuk memperlihatkan kaitan antara presisi teknis dan karakter desain.
2. Spherical Surface
Spherical Surface mengangkat bentuk permukaan melengkung dalam desain jam tangan. Elemen ini masuk dalam eksplorasi yang menelaah pengaruh bentuk terhadap tampilan keseluruhan.
3. Dial Texture
Dial Texture berfokus pada tekstur yang hadir pada bidang dial. Permukaan dial menjadi bagian dari komposisi visual bersama indeks dan jarum.
4. Manual Winding
Manual Winding membawa sisi pengoperasian jam tangan ke dalam materi pameran. Elemen ini menunjukkan bahwa pengalaman penggunaan dipertimbangkan bersama penampilan produk.
5. Bar Indices
Bar Indices diperkenalkan oleh Miho Wada, Watch Designer untuk Credor sekaligus Design Director of Credor Team. Menurutnya, indeks batang dapat menangkap cahaya dan menghasilkan pantulan metalik yang berubah mengikuti sudut pandang.
Wada menekankan bahwa keindahan tidak selalu berada pada bagian yang paling mencolok. Pengamatan dekat terhadap indeks pada dial dapat memperlihatkan bagaimana craftsmanship memberi ekspresi yang dinamis.
6. Day Indicator
Day Indicator menjadi bagian dari daftar elemen yang ditampilkan Seiko. Komponen ini berkaitan dengan fungsi penunjuk hari dalam sebuah jam tangan.
7. Hands
Hands atau jarum menjadi elemen penutup dalam tujuh materi eksplorasi. Jarum bekerja dalam susunan visual dan penggunaan yang dibangun bersama komponen lainnya.
Ruang untuk Memahami Proses
Seiko Power Design Project 2026 berlangsung di Marygold Markt, level 3 Plaza Senayan, Jakarta, pada 20 Juli hingga 1 Agustus 2026. Pameran tersebut digelar bersama PT Asia Jaya Indah.
Director PT Asia Jaya Indah, Kevin Lie, menyatakan kegiatan ini dirancang untuk menunjukkan proses berpikir dan ketelitian yang berada di balik pembuatan jam tangan. Menurutnya, perhatian mendalam terhadap detail merupakan bagian penting dari proses tersebut.
Melalui tujuh elemen ini, publik dapat melihat bahwa karakter sebuah jam tangan dibentuk oleh lebih dari sekadar tampilan akhir. Seiko memperlihatkan hubungan antara material, bentuk, fungsi, dan perhatian pada detail dalam tradisi watchmaking Jepang.






