Saat SIM dan STNK Sama-sama Ada, Petugas Umumnya Menahan Surat Izin Mengemudi

Ketika SIM dan STNK sama-sama tersedia dalam proses tilang, surat izin mengemudi umumnya menjadi dokumen yang ditahan petugas. Data lengkap pengemudi pada SIM menjadi alasan utama di balik pilihan tersebut.

Situasi ini kerap menimbulkan pertanyaan karena pengendara membawa dua dokumen berbeda. Namun, penahanan SIM dilakukan untuk membantu kepolisian mengidentifikasi pihak yang melakukan pelanggaran.

Perwira Administrasi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Iptu Hermanto, menyebut SIM dipilih apabila pengendara memiliki SIM dan STNK. Keterangan itu disampaikan di Satpas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

"Jika kedua surat itu ada, tentu pihak kepolisian akan menahan SIM-nya. Kenapa? Karena di SIM ada data lengkap si pelanggar," kata Hermanto.

Dokumen yang Ditahan Bukan Selalu SIM

Pilihan dokumen dapat berubah apabila pengendara tidak membawa atau tidak memiliki SIM. Dalam keadaan itu, petugas akan menahan STNK kendaraan.

Hermanto mengatakan, "Tapi jika tidak ada SIM, tentu STNK yang kami tahan." Artinya, STNK tetap menjadi bagian penting dari pemeriksaan dan penindakan di jalan.

Ketersediaan DokumenSurat yang DitahanFungsi dalam Penindakan
SIM dan STNK tersediaSIMMemuat identitas lengkap pelanggar
SIM tidak adaSTNKDokumen bukti pelanggaran

Tilang Berlaku dalam Penindakan Lalu Lintas

Tilang kendaraan dapat diberikan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Pengendara juga dapat dikenai penindakan saat terjaring razia.

Prosedur tersebut disebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Setelah pengendara terbukti bersalah, kepolisian dapat menahan salah satu surat berkendara.

SIM maupun STNK yang ditahan berfungsi sebagai bukti adanya pelanggaran lalu lintas. Penetapan surat yang disita dilakukan petugas dalam rangka proses penilangan.

Karena itu, membawa kedua surat kendaraan tidak otomatis membuat pengendara bebas menentukan dokumen yang ditahan. Jika keduanya ada, SIM lebih sering dipilih karena identitas pelanggar tercantum di dalamnya.

STNK menjadi alternatif dokumen yang ditahan saat SIM tidak tersedia. Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan identifikasi pengemudi menjadi pertimbangan dalam pemeriksaan.

Baca Juga