Gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben Onsu berpotensi turut membahas pengelolaan nafkah anak. Pihak Ruben ingin memperoleh kejelasan mengenai penggunaan dana yang selama ini disalurkan melalui pemegang hak asuh.
Ruben diketahui mengajukan gugatan hak asuh ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 30 Juni 2026. Kuasa hukumnya, Minola Sebayang, mengatakan rencana audit penggunaan dana akan dibawa ke dalam persidangan.
Pembahasan tersebut dapat mencakup kebutuhan anak, transfer nafkah bulanan, dan pembayaran kartu kredit. Pihak Ruben menilai seluruh pengeluaran yang dibebankan kepadanya perlu memiliki rincian yang dapat diperiksa.
Audit Disebut untuk Melindungi Hak Anak
Minola menyatakan audit tidak hanya ditujukan untuk memeriksa catatan administrasi. Ia memandang langkah itu sebagai bentuk perlindungan agar dana yang diberikan benar-benar sampai pada kebutuhan anak.
Menurutnya, setiap dana yang dikelola oleh wali atau pihak pemegang hak asuh perlu dapat dijelaskan penggunaannya. Dengan pertanggungjawaban tersebut, aliran dana dapat ditelusuri sesuai tujuan pemberiannya.
“Audit itu saya rasa masuk akal,” ujar Minola. Ia menyebut pihak yang menerima dan mengelola dana anak sewajarnya dapat memberikan penjelasan kepada pihak yang memberikan nafkah.
Nilai nafkah anak yang diberikan Ruben, menurut Minola, mencapai ratusan juta rupiah. Pihak Ruben disebut telah beberapa kali meminta rincian pengeluaran, tetapi belum mendapatkannya.
Kewajiban Ayah Tetap Berjalan
Minola menegaskan perceraian tidak menghapus kewajiban ayah terhadap anak. Namun, mekanisme penyaluran dana melalui ibu atau wali dinilainya tidak menghilangkan kepentingan ayah untuk mengetahui penggunaan uang tersebut.
Dalam tayangan Intens Investigasi, Minola mengatakan, “Prinsipnya secara hukum, uang nafkah itu untuk anak, bukan untuk mantan.” Pernyataan itu menegaskan posisi pihak Ruben bahwa isu utama terletak pada penggunaan dana bagi anak.
Ia merujuk pada Pasal 45 Undang-Undang Perkawinan dan Pasal 149 Kompilasi Hukum Islam saat menjelaskan pandangannya. Menurut Minola, pengelola dana anak dapat diminta memberikan pertanggungjawaban atas pengeluaran yang dilakukan.
Entertainment.kompas.com melaporkan permintaan rincian tersebut telah diajukan kepada Sarwendah. Belum adanya rincian kemudian mendorong pihak Ruben mempertimbangkan opsi audit.
Pembayaran Kartu Kredit Juga Dipersoalkan
Selain dana nafkah, pihak Ruben mempertanyakan tagihan kartu kredit yang dibayar setiap bulan. Minola mengatakan belum ada perincian maupun bukti penggunaan kartu yang diterima pihaknya.
Ia ingin memastikan apakah nominal yang dibebankan kepada Ruben benar-benar setengah dari total pemakaian. Pihaknya juga mempertanyakan kemungkinan tagihan yang dibayarkan merupakan keseluruhan nilai penggunaan kartu kredit.
Perkara hak asuh tersebut dapat menjadi ruang untuk mengurai seluruh pertanyaan itu secara lebih terbuka. Fokus yang disampaikan pihak Ruben tetap berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan anak dan akuntabilitas dana yang dikelola pemegang hak asuh.






