Dari Zaporizhzhia ke Ledakan Sevastopol, Jejak Robert Shageyev Berakhir

Riwayat Robert Shageyev berakhir dalam sebuah ledakan di Sevastopol, Crimea, setelah lebih dari satu dekade namanya dikaitkan dengan pembelotan dari Ukraina ke Rusia. Mantan komandan kapal selam Zaporizhzhia itu dilaporkan tewas ketika berjalan menuruni tangga bersama seorang teman.

Ledakan terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026, dan FSB mengonfirmasi kematian seorang pejabat militer. Peristiwa ini kembali menempatkan Sevastopol, pangkalan penting Armada Laut Hitam Rusia, dalam perhatian terkait keamanan.

Bahan peledak diduga diletakkan dalam tempat sampah yang berada di dekat bangku. Keterangan tersebut muncul dalam laporan yang dikutip The Independent.

Saksi melaporkan mendengar ledakan keras dari area kejadian. Sejumlah orang juga menyatakan melihat perempuan yang membawa ransel berada di sekitar lokasi sebelum insiden berlangsung.

Dari Armada Ukraina ke Armada Laut Hitam Rusia

Sebelum menjadi bagian dari struktur militer Rusia, Shageyev menjabat sebagai komandan kapal selam Zaporizhzhia. Kapal itu disebut sebagai satu-satunya kapal selam milik Ukraina sebelum pengambilalihan Crimea oleh Rusia pada 2014.

Ketika proses pencaplokan berlangsung, Shageyev mengalihkan kesetiaan kepada Moskwa. Media lokal melaporkan ia menyerahkan kapal tersebut kepada pasukan Rusia dengan sedikit perlawanan.

Ia kemudian mengucapkan sumpah setia kepada militer Rusia dan bergabung dengan Armada Laut Hitam Rusia. Pihak Kementerian Pertahanan Ukraina ketika itu menyatakan Zaporizhzhia diambil alih serta ditempatkan di bawah bendera Armada Laut Rusia setelah komandannya meninggalkan kapal.

Peristiwa tersebut membuat Shageyev dipandang sebagai pengkhianat oleh Ukraina. Pada Juli 2022, otoritas Ukraina menetapkannya sebagai subjek dugaan kasus pengkhianatan.

PeriodeJabatan atau PeristiwaKeterangan
2014Komandan ZaporizhzhiaMembelot kepada Rusia saat Crimea dicaplok.
2015Komandan divisi kapal selamDitugaskan di Teluk Sevastopol.
2017–2018Pemimpin B-262 Stary OskolMemimpin kapal selam Rusia.

Karier Shageyev tidak berhenti setelah ia meninggalkan Angkatan Laut Ukraina. Ia dilaporkan memimpin divisi kapal selam di Teluk Sevastopol pada 2015 dan kemudian menjadi pemimpin B-262 Stary Oskol pada 2017 hingga 2018.

FSB Menahan Warga Rusia

FSB menyatakan telah menahan seorang perempuan warga Rusia yang dicurigai berkaitan dengan ledakan tersebut. Otoritas Rusia belum memublikasikan penjelasan lengkap mengenai peran yang diduga dijalankan tersangka.

Gubernur Sevastopol Mikhail Razvozhayev menuduh perempuan itu bertindak atas instruksi badan intelijen Ukraina. Ia tidak menyampaikan identitas korban maupun tersangka dalam unggahan Telegramnya.

Pemerintah Ukraina belum mengeluarkan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut. Myrotvorets, situs tidak resmi Ukraina yang mendata orang-orang yang dianggap penjahat perang atau pengkhianat, menyatakan Shageyev telah “dilikuidasi”.

Kematian Shageyev terjadi di tengah tuduhan Moskwa terhadap Kyiv mengenai serangan terhadap figur militer dan pihak yang berhubungan dengan perang Rusia. Dalam sejumlah kasus sebelumnya, Ukraina kadang mengakui keterlibatan, sementara pada kasus lain menyatakan tidak terlibat.

Razvozhayev juga melaporkan lima orang meninggal di Sevastopol pada malam sebelum ledakan yang menewaskan Shageyev. Mereka dilaporkan tewas ketika operasi pemusnahan bahan peledak berlangsung, menambah gambaran rapuhnya situasi keamanan di kota tersebut.

Penyelidikan terhadap kematian Shageyev masih menjadi perhatian karena menyentuh riwayat pembelotan yang sensitif bagi kedua negara. Hingga kini, tidak ada konfirmasi terbuka dari Ukraina mengenai dugaan keterlibatan intelijennya dalam ledakan itu.

Baca Juga