Konten rumah mewah dapat mengundang rasa ingin tahu banyak penonton, tetapi tidak semua percakapan berlanjut menjadi transaksi. Rita Nasution menilai inisiatif calon pembeli meminta jadwal survei sebagai pembeda paling jelas antara penonton dan pihak yang serius membeli.
Permintaan melihat properti langsung menunjukkan bahwa calon pembeli bersedia melangkah ke proses berikutnya. “Kalau mereka udah bilang mau melihat, minta waktu (survei), itu orangnya serius,” ujar Rita.
Rita juga melihat kesungguhan dari pihak yang mengatur waktu kunjungan. “(Kalau serius) Mereka sendiri yang minta jadwal,” katanya.
Minat Awal Tidak Selalu Menjadi Kesepakatan
Rita menerima komunikasi awal melalui pesan langsung dari orang yang tertarik pada rumah yang ditawarkan. Percakapan selanjutnya dipindahkan ke WhatsApp untuk membahas properti serta menyesuaikan waktu survei.
Alur tersebut membuat Rita dapat melihat apakah ketertarikan hanya berhenti pada pertanyaan awal. Komunikasi yang terus berjalan dan berujung pada kunjungan menjadi tahap penting sebelum keputusan pembelian diambil.
Ia menangani rumah dengan nilai puluhan miliar hingga ratusan miliar rupiah. Meski nilai propertinya tinggi, transaksi dapat berjalan singkat setelah pembeli menemukan rumah yang sesuai dengan keinginannya.
Dalam perbincangannya dengan Raditya Dika, Rita menyebut ada pembeli yang menyelesaikan proses hanya dalam dua minggu. “Dua minggu juga udah deal,” tuturnya.
Perjalanan Rita di Penjualan Properti Mewah
Rita dikenal publik sebagai penyanyi pada era 1970-an. Perhatiannya kini turut tertuju pada video penjualan properti mewah yang menampilkan bagian dalam rumah dengan harga sangat tinggi.
Bagi sebagian penonton, konten itu menjadi kesempatan melihat interior hunian yang belum tentu dapat mereka kunjungi. Namun, Rita mengatakan ada pula penonton yang benar-benar melanjutkan proses hingga pembelian.
“Ada dong (yang beli),” kata Rita. Ia menganggap pembuatan konten sebagai upaya mengenalkan rumah yang berada dalam penanganannya.
Rita tidak memisahkan upaya promosi dari keyakinannya mengenai hasil penjualan. “Kalau memang rezekinya. Tante usaha aja, membuat konten tersebut, tapi kembali lagi rezeki dari Atas,” ujarnya.
Respons Santai terhadap Komentar Penonton
Menurut Kompas.com, video Rita mengenai penjualan rumah mewah juga sering diparodikan. Ia menanggapinya dengan santai dan tidak menjadikan komentar penonton sebagai masalah.
Rita tetap membalas sebagian komentar, termasuk dari orang yang mengaku belum sanggup membeli rumah tersebut. “Ya InsyaAllah semua impianmu terwujud. Enggak apa-apa (belum bisa beli), kan bisa ngelihat dalemnya rumah mahal,” katanya.
Ia juga memilih mendoakan penonton yang meminta doa, meski tidak membeli properti yang ditawarkan. Bagi Rita, ketertarikan melihat rumah mahal tetap dapat dipahami tanpa harus selalu berakhir pada transaksi.






