Revitalisasi Rp 1,2 Miliar Ubah SMAN 8 Kupang, UKS dan Pagar Masih Mendesak

Revitalisasi senilai Rp 1,2 miliar telah menghadirkan empat ruang kelas baru dan dua toilet di SMAN 8 Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pembangunan itu membantu sekolah mengurangi kekurangan ruang belajar yang sebelumnya mencapai tujuh kelas.

Meski demikian, kebutuhan sekolah tidak berhenti pada pembangunan ruang kelas. SMAN 8 Kupang masih memerlukan tiga kelas tambahan, ruang UKS, pagar pengaman, serta perataan batu karang di area depan.

Kebutuhan UKS menjadi perhatian karena sekolah belum memiliki ruang khusus untuk menangani siswa yang mendadak sakit. Selama ini, siswa yang pingsan atau semaput ditangani sementara di ruang kesiswaan sebelum dibawa ke puskesmas.

Kepala SMAN 8 Kupang Samuel Djami Riwu menyebut ruang kesehatan tersebut cukup mendesak. “UKS ini sebenarnya cukup mendesak karena anak-anak sering ada yang pingsan atau semaput,” kata Samuel.

Pagar pengaman juga diusulkan untuk menjaga lingkungan sekolah yang memiliki area terbuka. Usulan ini berkaitan dengan kondisi lahan yang belum sepenuhnya rata dan masih dipenuhi batu karang.

Dampak Empat Kelas Baru

Tambahan empat ruang kelas mengubah pengaturan pembelajaran bagi sekitar 850 siswa di sekolah tersebut. Jumlah siswa dalam satu kelas yang sebelumnya bisa lebih dari 40 orang kini menjadi sekitar 30-an siswa.

IndikatorSebelum RevitalisasiSetelah Revitalisasi
Kekurangan ruang belajar7 ruang3 ruang
Kapasitas per kelasLebih dari 40 siswaSekitar 30-an siswa
Fungsi laboratoriumMenjadi ruang kelas sementaraDigunakan kembali untuk praktik

Sebelum pembangunan selesai, aula sekolah bahkan disekat menjadi tiga ruang kelas darurat. Laboratorium Biologi, Kimia, dan Komputer juga dipakai untuk kegiatan belajar harian.

Setelah kelas baru tersedia, ruang-ruang laboratorium dapat kembali menjalankan fungsi untuk pembelajaran praktik. Samuel menjelaskan pengalihan fungsi laboratorium sebelumnya dilakukan agar kegiatan pendidikan tetap berjalan saat jumlah pendaftar meningkat.

“Kita siasati karena animo anak-anak sekolah di sini cukup besar,” ujar Samuel sebagaimana dikutip detik.com. Perbaikan fasilitas disebut turut diikuti meningkatnya minat pendaftaran ke sekolah tersebut.

Tantangan Lahan di Dekat Pantai

Pembangunan gedung di SMAN 8 Kupang menghadapi tantangan karena lokasi sekolah berada di lahan berkarang. Sekolah itu terletak di perbatasan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, di wilayah yang dekat dengan pantai.

Batu karang besar dan kecil tersebar di banyak titik, sementara permukaan tanah memiliki kontur naik-turun. Kondisi tersebut membuat pekerjaan konstruksi tidak semudah pembangunan di atas tanah datar.

Pengawas Pembina SMAN 8 Kupang, Noh Kana Hau, mengatakan proses pembangunan membutuhkan perjuangan dan tanggung jawab besar. Revitalisasi pada 2025 dikerjakan dengan melibatkan tenaga kerja dari warga sekitar, bukan kontraktor.

Perataan area karang yang tersisa di bagian depan sekolah masih diperlukan agar pemanfaatan lahan lebih aman. Pembenahan itu juga dinilai dapat mendukung pengembangan sarana pendidikan pada tahap berikutnya.

Noh berharap pemerintah pusat dapat kembali memberikan intervensi untuk memenuhi kebutuhan yang belum tertangani. Revitalisasi telah membawa perubahan nyata, tetapi ruang belajar dan fasilitas pendukung di sekolah itu belum sepenuhnya mencukupi.

Baca Juga