Rencana A dan B Jonatan Christie Diuji oleh Dua Rival di Kejuaraan Dunia 2026

Jonatan Christie menyiapkan rencana A dan rencana B untuk menghadapi kemungkinan duel ulang melawan Lin Chun-Yi serta Victor Lai. Dua nama itu menjadi perhatian utama karena hasil pertemuan sebelumnya belum berpihak kepada Jonatan.

Persiapan tersebut akan diuji di Kejuaraan Dunia 2026 apabila proyeksi undian berjalan sesuai jalurnya. Lin berpotensi dihadapi pada babak 16 besar, sementara Lai dapat menjadi lawan pada perempatfinal.

Belajar dari Lima Kekalahan

Jonatan mengalami tiga kekalahan beruntun dari Lin Chun-Yi dalam pertemuan terakhir mereka. Kekalahan itu terjadi di China Masters 2025, India Open 2026, dan All England 2026.

Victor Lai juga dua kali mengalahkan Jonatan pada 2026. Rekor tersebut membuat kedua pemain menjadi hambatan penting dalam upaya Jonatan melangkah jauh di turnamen.

LawanRekor TerakhirPotensi BabakLokasi Pertemuan Terdahulu
Lin Chun-Yi3 kemenangan beruntunBabak 16 besarChina Masters, India Open, All England
Victor Lai2 kemenangan pada 2026PerempatfinalIndonesia Open, China Open

Kekalahan pertama Jonatan dari Lai pada tahun ini terjadi di final Indonesia Open, 7 Juni. Ia menyerah dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 8-21.

Pertemuan berikutnya berlangsung pada perempatfinal China Open di bulan Juli. Jonatan kembali kalah dua gim dengan skor 14-21 dan 17-21, hasil yang telah dikonfirmasi PBSI.

Strategi Tidak Berhenti pada Satu Pilihan

Jonatan menyebut tim telah mengevaluasi kekalahan dari kedua calon lawannya. Evaluasi itu digunakan untuk memahami pola permainan, kebiasaan, dan respons yang perlu dipersiapkan saat pertandingan.

“Ya, sudah. Rencana A, Rencana B. Karena lawan yang awal kalah tiga kali, menghadapi Victor juga kalah dua kali,” tutur Jonatan. Ia menegaskan adanya persiapan khusus untuk menghadapi potensi pertemuan kembali.

Pemain yang akrab disapa Jojo itu menilai pengalaman kalah tetap dapat menjadi bahan pembelajaran. Diskusi bersama tim dilakukan agar gambaran permainan lawan dapat diterjemahkan ke dalam pelaksanaan strategi.

“Secara otomatis, saya belajar dari kekalahan-kekalahan itu. Saya juga berdiskusi dengan tim segala macam,” ujar Jonatan. Pendekatan tersebut juga mempertimbangkan kondisi lapangan di India yang terakhir digunakan tim.

Menurut Jonatan, gambaran umum mengenai lawan dan situasi pertandingan telah tersedia. Tantangan yang tersisa adalah menjalankan rencana secara tepat ketika pertandingan benar-benar berlangsung.

Tidak Mengabaikan Babak Awal

Meski jalur menuju Lin dan Lai telah menjadi perhatian, Jonatan tidak ingin melampaui tahapan turnamen yang harus dijalani. Ia memilih menaruh fokus pada pertandingan demi pertandingan sejak awal.

“Tentu ini jadi tantangan bagi saya,” kata Jonatan saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Juara Asia 2024 itu memandang peluang menghadapi lawan berat harus dijawab dengan kesiapan yang stabil di setiap babak.

Proyeksi undian belum memastikan pertemuan dengan Lin maupun Lai akan terjadi. Namun, catatan kemenangan keduanya membuat Jonatan perlu menjaga kualitas permainan sebelum dan saat memasuki fase akhir Kejuaraan Dunia 2026.

“Jadi, mungkin gambaran keseluruhannya sudah ada. Mungkin cara pelaksanaannya saja,” kata Jonatan. Turnamen tersebut menjadi kesempatan bagi Jonatan untuk menerapkan hasil evaluasi dan berupaya memutus tren hasil buruk dari dua rivalnya.

Baca Juga