Regenerasi Timnas Voli Dimulai Setelah Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar Mundur

Timnas Voli Indonesia memasuki fase regenerasi setelah Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar memilih mundur. Reidel Toiran kini menyiapkan ruang lebih besar bagi pemain penerus untuk bersaing di level internasional.

Kehilangan dua nama senior itu memengaruhi dua sektor penting dalam susunan tim. Rivan meninggalkan posisi opposite hitter, sedangkan Nizar tidak lagi menjadi opsi berpengalaman di posisi setter.

Toiran akan membangun kekuatan baru melalui seleksi pemain yang tersedia. Langkah tersebut menjadi penting karena keduanya telah mengambil keputusan resmi untuk tidak lagi membela skuad Merah Putih.

Pelatih asal Kuba itu memiliki pengalaman membawa Jakarta Bhayangkara Presisi menjadi juara AVC Club Championship 2026. Kini, fokusnya beralih pada pembentukan komposisi Timnas Voli Indonesia tanpa Rivan dan Nizar.

PemainPosisiWaktu MundurPilihan Setelah Mundur
Rivan NurmulkiOpposite hitterMei 2026Tetap tidak kembali mengikuti seleksi
Nizar ZulfikarSetterSetelah RivanFokus memperkuat klub

Rivan merupakan salah satu opposite hitter andalan Indonesia sebelum mengambil keputusan mundur pada Mei 2026. Kepergiannya membuat tim nasional tidak lagi memiliki salah satu pemain senior yang berpengalaman di lini serang.

Nizar kemudian mengikuti langkah tersebut dan memilih berkonsentrasi pada karier klub. Absennya Nizar turut mengurangi alternatif pemain senior untuk mengatur permainan dari posisi setter.

Toiran Sempat Membuka Peluang Kembali

Sebelum menetapkan fokus penuh kepada regenerasi, Toiran sempat berusaha membuka jalan bagi kedua pemain. Menurut laporan VIVA, ia menghubungi Rivan dan Nizar menjelang persiapan AVC Men’s Volleyball Championship 2026 di India.

Ajakan itu tidak berarti keduanya langsung memperoleh tempat di tim utama. Toiran meminta mereka kembali menjalani proses seleksi terlebih dahulu.

“Waktu menjelang ke India saya sempat meminta mereka ikut seleksi lagi. Saya bahkan menelepon Nizar dan mengatakan ikut seleksi dulu, bukan langsung masuk tim,” ujar Toiran.

Upaya tersebut tidak mengubah keputusan Rivan maupun Nizar. Keduanya tetap bertahan pada pilihan untuk mengakhiri kiprah bersama Timnas Voli Indonesia.

Toiran mengaku pada awalnya belum mengetahui bahwa dua pemain tersebut telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada PBVSI. Saat mengetahui status itu, ia memilih tidak melanjutkan upaya pemanggilan secara paksa.

“Kalau mereka memang mengundurkan diri, saya tidak bisa memaksa. Dulu saya sempat ingin memanggil Nizar dan Rivan karena saya belum tahu ada surat itu,” kata Toiran.

Pelatih berusia 49 tahun tersebut menilai surat pengunduran diri mengubah situasi secara mendasar. Menurutnya, status pensiun dari tim nasional tidak seharusnya berubah dalam waktu singkat.

“Saya tidak tahu ternyata mereka sudah mengirim surat pengunduran diri. Kalau sudah mengundurkan diri, situasinya berbeda. Harus ada prinsip,” ucapnya.

Peluang untuk Pemain Penerus

Keputusan untuk menghormati pengunduran diri Rivan dan Nizar menandai arah baru tim nasional. Toiran tidak menutup kebutuhan terhadap pemain berpengalaman, tetapi ia harus mengandalkan kandidat yang siap mengikuti seleksi.

Posisi opposite hitter dan setter akan menjadi bagian penting dalam persaingan internal skuad. Pemain yang muncul dari proses tersebut akan mendapat peluang untuk berkembang bersama Indonesia pada kompetisi internasional.

Regenerasi ini berlangsung di tengah kebutuhan menjaga kesinambungan tim setelah dua senior pergi. Rivan dan Nizar tetap dihormati atas keputusan mereka, sementara Timnas Voli Indonesia melanjutkan persiapan dengan kekuatan baru.

Baca Juga