Real Madrid Pasang Formasi Baru untuk Mourinho, Ruang Ganti Jadi Ujian Besar

Jose Mourinho membawa pendekatan 4-2-3-1 dalam upaya membangun ulang Real Madrid pada musim 2026. Namun, keberhasilan proyek tersebut tidak hanya ditentukan oleh formasi, melainkan juga kemampuannya meraih kepercayaan para pemain.

Mantan presiden Real Madrid Ramon Calderon menilai Mourinho perlu mengubah sikap dan pendekatannya agar mampu berhasil di klub. “Dia harus mendapatkan kepercayaan pemain melalui persuasi bukan paksaan,” ujar Calderon.

Pernyataan itu menempatkan ruang ganti sebagai salah satu ujian utama dalam kembalinya Mourinho. Pelatih Portugal berusia 63 tahun tersebut datang dengan target besar, yakni mengakhiri dua musim tanpa gelar bagi Real Madrid.

Dua Gelandang sebagai Fondasi

Dalam susunan awalnya, Mourinho menempatkan Aurélien Tchouaméni dan Federico Valverde sebagai dua gelandang bertahan. Keduanya akan menjadi poros yang memberi perlindungan bagi lini belakang sekaligus menjaga aliran permainan.

Penggunaan dua gelandang bertahan menunjukkan fokus pada keseimbangan tim ketika kehilangan bola. Skema itu berbeda dari musim sebelumnya yang lebih mengandalkan satu pemain sebagai gelandang jangkar.

Struktur lebih rapat dinilai penting karena Real Madrid menghadapi periode pertandingan yang padat sejak awal kompetisi. Mourinho perlu menjaga tim tetap kompetitif tanpa mengorbankan kondisi fisik para pemain.

Presiden klub Florentino Pérez sebelumnya menilai jadwal musim lalu tidak menyediakan waktu yang cukup untuk persiapan dan pemulihan. Faktor tersebut diyakini berkontribusi terhadap tingginya jumlah cedera di skuad.

Empat Pertandingan dalam Dua Pekan

Tantangan praktis Mourinho datang segera setelah kompetisi dimulai. Sejumlah pemain disebut baru kembali bergabung sekitar satu pekan sebelum laga pembuka La Liga melawan Espanyol.

Goal.com melaporkan Real Madrid akan menjalani empat pertandingan resmi dalam rentang 14 hari. Rangkaian dimulai pada 22 Agustus dan berlanjut sampai awal September.

PeriodeLawanKeterangan
22 AgustusEspanyolLaga pembuka
SetelahnyaReal SociedadRangkaian awal musim
SetelahnyaMálagaRangkaian awal musim
Awal SeptemberReal BetisLaga keempat dalam 14 hari

Jadwal itu membuat pengelolaan menit bermain menjadi isu yang tidak dapat diabaikan. Waktu yang singkat antara latihan, perjalanan, dan pemulihan dapat menambah tekanan bagi tim yang sedang mencari bentuk terbaik.

Real Madrid disebut mencoba menambah kedalaman skuad guna mendukung kebutuhan Mourinho. Marc Cucurella dan Ibrahima Konaté dilaporkan menjadi bagian dari penguatan yang dilakukan klub.

Yan Diomandé masih masuk dalam kemungkinan transfer tambahan. Jika direkrut, ia berpotensi menjadi pembelian termahal dalam sejarah Real Madrid.

Ekspektasi Setara Pencapaian Ancelotti

Eduardo Alvarez mengatakan kepada BBC Sport bahwa Pérez mempertaruhkan Mourinho demi hasil seperti yang diraih Carlo Ancelotti pada periode keduanya. Target itu mendapat bobot khusus karena Ancelotti sukses memenangkan Liga Champions.

“Saya pikir Florentino mempertaruhkan Mourinho untuk memberikan hasil seperti yang dilakukan Carlo Ancelotti pada masa keduanya, yang berhasil memenangkan Liga Champions,” kata Alvarez. Ekspektasi tersebut memperbesar tekanan terhadap Mourinho sejak awal masa kerjanya.

Duarte Monteiro menilai karakter Mourinho tidak banyak berubah ketika sepak bola terus berkembang. Jurnalis Portugal itu juga menyinggung pendekatan konservatif Mourinho di Benfica musim lalu serta ketegangan yang muncul dengan sebagian pemain.

Meski demikian, gaya keras Mourinho tetap memiliki pembela. Robert Huth, mantan pemain Chelsea di bawah asuhannya, menilai Mourinho keras, adil, dan jujur dalam berkomunikasi serta mampu menyatukan skuad.

Proyek baru ini akan banyak bertumpu pada Vinicius Jr, Kylian Mbappé, dan Jude Bellingham. Vinicius telah memperpanjang kontrak dan menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di Real Madrid, sehingga kontribusinya akan menjadi perhatian utama pada era kedua Mourinho.

Baca Juga