Di Usia 25 Tahun, Radja Buka Kolaborasi demi Menjaga Dua Generasi Pendengar

Radja membuka peluang kolaborasi dengan musisi dari generasi berbeda sebagai jalan untuk memperluas jangkauan pendengar. Langkah itu dijalankan bersamaan dengan komitmen band untuk tetap menjaga penggemar yang telah mendukung sejak awal.

Vokalis Ian Kasela menilai pendengar muda dan penggemar lama memiliki peran yang sama penting bagi perjalanan Radja. Karena itu, band tersebut ingin berkembang tanpa membuat basis pendengarnya yang lebih dulu merasa ditinggalkan.

“Oke lah kita mencoba melebarkan sayap, merangkul Gen Z ataupun yang lebih muda lagi. Tapi jangan melupakan kita juga harus tetap menjaga fans lama supaya mereka jangan sampai meninggalkan kita,” ujar Ian.

Kolaborasi untuk menjangkau lintas usia

Keterbukaan terhadap kolaborasi menjadi bagian dari upaya Radja membangun hubungan dengan audiens yang lebih luas. Langkah tersebut tidak berdiri sendiri karena tetap disertai perhatian terhadap akar musikal band.

Perayaan 25 tahun Radja akan menjadi salah satu ruang yang memperlihatkan pertemuan berbagai generasi musisi. Andika Mahesa, Charly Van Houten, Diskopantera, Cinderella, AXN, NAVA, dan Frequents dijadwalkan ikut memeriahkan acara itu.

Kehadiran sejumlah penampil tersebut memperluas warna perayaan yang tidak hanya mengandalkan nostalgia. Susunan acara juga mencerminkan keinginan Radja untuk membangun koneksi dengan pendengar dari latar generasi yang beragam.

Konser 25 tahun di Jakarta Selatan

Radja akan menggelar konser bertajuk Radja 25 Tahun Berkarya: Celebrating 25th Mahakarya pada 20 Agustus 2026. Bengkel Hall di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan acara.

AcaraWaktuLokasi
Radja 25 Tahun Berkarya: Celebrating 25th Mahakarya20 Agustus 2026Bengkel Hall, SCBD, Jakarta Selatan

Gitaris Moldy mengatakan konser dirancang dengan konsep tanpa jarak agar interaksi band dan penonton terasa lebih langsung. Menurutnya, kedekatan itu penting karena penggemar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang idola.

“Konser ini tanpa jarak. Dalam penyajiannya gue pengin kita sedekat mungkin, karena idola enggak ada tanpa fans,” kata Moldy.

Moldy juga membuka kemungkinan menyertakan lagu-lagu berdasarkan permintaan penonton. Ia menyebut format potongan lagu singkat ala TikTok dapat dipertimbangkan agar lebih banyak permintaan dapat diwujudkan.

Perdebatan mengenai arah musik

Di balik rencana menjangkau audiens yang lebih luas, Radja tetap menghadapi pertanyaan tentang arah pembaruan musiknya. Ian menyebut hal itu kerap dibahas bersama Moldy, yang ingin band tampil lebih kekinian.

Ian tidak menolak pembaruan, tetapi meminta agar Radja tidak melepaskan ciri khas yang selama ini dikenal pendengar. Ia menempatkan warna musik sebagai dasar yang harus tetap hadir dalam setiap upaya perubahan.

“Ini sebenarnya menjadi salah satu perdebatan gue sama Moldy. Mas Moldy pengin upgrade, pengin lebih kekinian. Tapi gue bilang jangan melupakan warna kita,” kata Ian.

Laporan Kompas.com menyebut gagasan menjaga identitas sambil merangkul generasi baru mengiringi persiapan konser perayaan tersebut. Bagi Radja, kolaborasi, interaksi dengan penonton, dan pembaruan musik berjalan dalam tujuan yang sama, yakni mempertahankan perjalanan band tanpa mengabaikan akar yang telah dibangun.

Baca Juga