Usai Tumbang di Gim Pertama, Rachel/Febi Balas Tekanan dan Rebut Tiket Perempatfinal

Kekalahan pada gim pertama tidak menghentikan langkah Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum di China Open 2026. Pasangan Indonesia itu bangkit dan menyingkirkan Lauren Lam/Allison Quynh Lee untuk merebut tiket perempatfinal.

Rachel/Febi menang 17-21, 21-11, 21-19 atas pasangan Amerika Serikat pada babak 16 besar. Mereka membalikkan pertandingan melalui kemenangan tegas pada gim kedua dan perjuangan hingga akhir di gim penentuan.

Respons pada gim kedua menjadi titik penting bagi Rachel/Febi setelah menghadapi kesulitan pada awal laga. Mereka menutup gim tersebut dengan skor 21-11 untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke gim ketiga.

GimRachel/FebiLauren/Allison
Pertama1721
Kedua2111
Ketiga2119

Gim ketiga kemudian berjalan jauh lebih menekan bagi Rachel/Febi karena mereka tertinggal jauh saat interval. Mereka tetap menjaga reli dan akhirnya mengamankan kemenangan 21-19.

Rachel menjelaskan bahwa fokus pasangan ini adalah memastikan bola tidak keluar serta menghindari kesalahan sendiri. Strategi sederhana itu dipilih ketika jarak poin dengan lawan sempat melebar.

“Tadi kami hanya berdoa lalu mencoba asal masuk saja bolanya, yang penting tidak melakukan kesalahan sendiri. Poin sudah tertinggal jauh di interval gim ketiga tapi kami terus mencoba,” ujar Rachel dalam keterangan federasi yang dikutip sport.detik.com.

Arah Angin Mengganggu Permainan

Rachel/Febi menghadapi tantangan tambahan dari arah angin di lapangan. Kondisi itu terasa pada gim pertama dan muncul lagi pada awal gim ketiga ketika mereka sedang berusaha mengejar ketertinggalan.

Rachel menyebut Lauren/Allison mampu mengantisipasi pukulan keras yang menjadi salah satu andalan pasangan Indonesia. Situasi tersebut membuat Rachel/Febi sempat tidak yakin menentukan arah pengembalian bola.

“Lawan selalu siap dengan pukulan-pukulan kencangnya kami, jadi malah kami yang kurang yakin dengan arah pengembaliannya,” tutur Rachel. Evaluasi terhadap kondisi lapangan akan dibawa ke pertandingan berikutnya.

Selain dipengaruhi kondisi lapangan, pertandingan juga ditentukan oleh kemampuan Lauren/Allison bertahan. Pasangan Amerika Serikat itu mampu memperpanjang banyak reli dan menahan serangan Rachel/Febi.

Febi mengakui pertahanan lawan membuat upaya menembus pertahanan tidak mudah. Karena itu, Rachel/Febi harus menjaga kesabaran ketika membangun serangan.

“Pasangan Amerika Serikat punya pertahanan yang ulet, itu yang menyulitkan kami. Sudah terus menyerang tapi susah untuk tembus,” kata Febi.

Fokus Menjelang Delapan Besar

Dalam momen-momen kritis gim ketiga, Febi berusaha meyakinkan dirinya bahwa pertandingan belum berakhir. Ia menilai pengendalian faktor nonteknis berperan besar saat tekanan sedang tinggi.

“Di momen kritis, saya hanya meyakinkan diri sendiri kalau masih bisa, belum selesai. Lebih ke non teknisnya sih tadi,” ujar Febi.

Rachel/Febi datang ke China Open 2026 dengan status juara Australia Open 2025. Kelolosan ke perempatfinal memberi mereka kesempatan memperpanjang laju positif tersebut.

Rachel menyatakan target pasangan ini adalah kembali menang pada laga berikutnya. Namun, ia menegaskan persiapan serta penjagaan kondisi perlu diperhatikan setelah menjalani pertarungan tiga gim.

“Besok di perempatfinal pastinya kami mau menang lagi tapi banyak yang harus dipersiapkan berkaca dari pertandingan tadi. Kondisinya dijaga terus,” tegas Rachel.

Baca Juga