Fabio Quartararo berada di posisi ke-14 klasemen sementara MotoGP 2026 setelah 12 seri berlangsung. Hasil terbaiknya sejauh ini adalah finis kelima di Catalunya, sementara ia tiga kali gagal meraih poin dan dua kali tidak menyelesaikan balapan.
Situasi tersebut mempertegas alasan Quartararo memilih menutup babnya bersama Yamaha. Pembalap Prancis itu akan pindah ke Honda pabrikan untuk kontrak dua musim pada 2027-2028.
Kontras dengan Masa Juara Dunia
Quartararo pernah membawa Yamaha meraih gelar juara dunia MotoGP pada 2021. Pada musim berikutnya, ia masih mampu menutup kompetisi sebagai runner-up.
Namun, hasil setelah itu bergerak ke arah berbeda. Ia belum menang lagi sejak Sachsenring 2022 dan telah melewati 84 seri beruntun tanpa podium tertinggi.
| Fase Karier | Catatan Utama |
|---|---|
| 2021 | Juara dunia MotoGP |
| Musim berikutnya | Runner-up |
| Sejak Sachsenring 2022 | 84 seri tanpa kemenangan |
| 12 seri MotoGP 2026 | Terbaik finis kelima di Catalunya |
Rentetan itu menciptakan jarak besar dengan periode ketika Quartararo rutin bersaing di kelompok terdepan. Persoalannya juga mencakup keterbatasan untuk melawan rival secara langsung selama balapan.
Keluhan soal Manuver Menyalip
Quartararo menilai Yamaha tidak banyak menghasilkan manuver menyalip pada musim sebelumnya. Kondisi itu berlanjut pada musim ini, ketika ia merasa belum mampu melakukan manuver menyalip yang nyata dan mempertahankan posisi setelahnya.
Ia menganggap daya saing sebagai bagian penting dari kesenangan membalap. Tanpa peluang memperebutkan hasil yang berarti, kepuasan yang ia cari di lintasan tidak lagi dirasakan.
“Terus terang, aku tidak banyak bersenang-senang. Terutama karena aku adalah orang yang sangat kompetitif, dan bahkan ketika aku memaksa sekeras mungkin, aku melihat pebalap lain menyalipku padahal aku bisa saja lebih kencang,” kata Quartararo.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keinginannya pindah tim terbentuk dari akumulasi masalah performa. Ia tidak menempatkan satu balapan atau satu hasil tertentu sebagai penyebab tunggal perpisahan itu.
Keputusan yang Diuji di Valencia
Titik putus itu datang saat tes Valencia pada November 2025. Quartararo mengatakan sudah merasakan kebutuhan akan tantangan baru, meski saat itu belum mengetahui tim mana yang akan dipilih.
“Di tes Valencia tahun lalu, aku merasa aku membutuhkan sesuatu yang baru. Saat itulah aku memutuskan untuk berpisah dengan Yamaha,” ujarnya kepada Crash.
Honda menjadi tujuan berikutnya, meski pabrikan Jepang tersebut juga sedang mengalami kesulitan. Honda sebelumnya ditinggalkan Marc Marquez, pembalap ikoniknya, tiga tahun lalu.
Sport.detik.com melaporkan Quartararo akan terikat dengan Honda hingga 2028. Bagi Quartararo, keputusan itu membuka kesempatan untuk mencari kembali persaingan yang tidak lagi ia temukan bersama Yamaha.






