Dari Ruang Ganti Sempit hingga VAR, PSG Tundukkan Aston Villa di Salzburg

PSG menuntaskan pertandingan yang diwarnai protes ruang ganti dan keputusan VAR dengan kemenangan 2-1 atas Aston Villa. Kemenangan di Red Bull Arena, Salzburg, pada Kamis (13/8) dini hari WIB itu membuat PSG mempertahankan Piala Super UEFA.

Gol Désiré Doué pada menit ke-60 menjadi pembeda setelah skor sempat berimbang 1-1. Keputusan untuk mengesahkan gol tersebut diambil wasit Omar Artan setelah meninjau tayangan VAR.

Protes sebelum pertandingan

Menjelang laga, PSG mengajukan protes kepada UEFA karena ruang ganti yang disediakan dinilai terlalu kecil. Pihak penyelenggara kemudian memberi fasilitas tambahan kepada klub asal Prancis itu.

Situasi tersebut menjadi salah satu cerita di luar lapangan sebelum perebutan trofi dimulai. Namun, fokus pertandingan akhirnya tertuju pada kemampuan PSG menjaga keunggulan hingga akhir laga.

Khvicha Kvaratskhelia mengawali kemenangan PSG lewat gol pada menit ke-20. Aston Villa membalas melalui Brian Madjo pada menit ke-45 untuk menutup babak pertama dengan skor 1-1.

Rincian LagaKeterangan
PertandinganPSG vs Aston Villa
Skor2-1
Pencetak gol PSGKvaratskhelia 20′, Doué 60′
Pencetak gol Aston VillaMadjo 45′

Madjo, yang berusia 17 tahun, membuat Aston Villa kembali memiliki peluang untuk memenangi pertandingan. Kedudukan imbang itu juga membuat kedua tim bermain lebih terbuka pada babak kedua.

Doué memulihkan keunggulan PSG pada menit ke-60. Aston Villa kemudian meningkatkan tekanan, termasuk melalui ancaman João Gomes dan Tammy Abraham.

Pertahanan PSG mampu bertahan sampai peluit panjang berbunyi. Unai Emery tetap mengapresiasi penampilan timnya meski Aston Villa gagal membawa pulang trofi.

Sejarah untuk wasit asal Somalia

Omar Artan mencatatkan tonggak penting dalam pertandingan di Salzburg. Wasit asal Somalia itu menjadi pengadil lapangan pertama dari luar Eropa yang memimpin laga Piala Super UEFA.

Artan mendapat penugasan tersebut setelah batal bertugas di Piala Dunia 2026 karena kendala larangan masuk ke Amerika Serikat. Kepemimpinannya berjalan lancar, termasuk pada pemeriksaan VAR sebelum gol Doué disahkan.

“Banyak orang menyampaikan simpati kepada saya, karena ketika Anda bekerja bertahun-tahun untuk mencapai suatu tujuan, lalu pada akhirnya Anda tidak mampu mewujudkannya, hal itu sangatlah berat,” kata Artan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang datang dari berbagai penjuru dunia.

PSG belum berada pada kondisi puncak

Trofi ini diraih ketika persiapan PSG belum ideal menjelang awal musim. Sebanyak 15 pemain baru kembali dari tugas negara di Piala Dunia dan hanya menjalani sedikit sesi latihan bersama tim.

Luis Enrique mengakui kondisi fisik skuadnya belum berada pada level terbaik untuk pertandingan besar. Ia menegaskan bahwa PSG tidak ingin memaksakan puncak performa terlalu cepat.

“Kami ingin berada dalam kondisi terbaik pada akhir musim, bukan pada awal musim,” kata Luis Enrique. Ia juga menyatakan fokusnya tetap tertuju pada tim, pemain, dan bursa transfer ketimbang isu politik sepak bola.

PSG kini bersiap menghadapi Lens dalam ajang Piala Super Prancis pada Minggu mendatang. Kemenangan atas Aston Villa menjadi modal awal bagi tim Luis Enrique untuk menghadapi agenda berikutnya.

Baca Juga