Paris Saint-Germain sempat kehilangan keunggulan saat Brian Madjo mencetak gol sundulan untuk Aston Villa di Piala Super Eropa. Gol itu membuat skor kembali imbang menjelang jeda, meski PSG pada akhirnya menang 2-1.
Aksi tersebut memberi sorotan pada profil penyerang muda Aston Villa yang memiliki tinggi 193 sentimeter. Madjo dinilai mempunyai karakter permainan yang mengingatkan pada Romelu Lukaku, dengan kecepatan sebagai unsur pembeda.
Respons Aston Villa Sebelum Jeda
Pertandingan berlangsung di Stadion Salzburg, Austria, pada Kamis dini hari, 13 Agustus 2026. PSG mengambil inisiatif lebih dahulu dan membuka skor melalui Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-20.
Aston Villa tidak langsung menyerah setelah tertinggal. Madjo menyamakan kedudukan lewat sundulan menjelang akhir babak pertama.
PSG kembali menemukan gol pada babak kedua melalui Desire Doue pada menit ke-61. Keunggulan itu bertahan hingga peluit akhir dan membuat Aston Villa harus menerima kekalahan tipis.
| Tim | Pencetak Gol | Momen Gol |
|---|---|---|
| PSG | Khvicha Kvaratskhelia | Menit ke-20 |
| Aston Villa | Brian Madjo | Menjelang akhir babak pertama |
| PSG | Desire Doue | Menit ke-61 |
Bagi Madjo, gol ke gawang PSG menjadi contoh kemampuan yang paling menonjol dari dirinya. Sundulan itu memperlihatkan efektivitasnya saat memanfaatkan duel di udara.
Kontribusinya tidak mengubah hasil akhir pertandingan, tetapi tetap memberi arti bagi Aston Villa. Pemain muda itu mampu memberi respons dalam laga menghadapi lawan dengan kualitas tinggi.
Kuat Menahan Bola dan Duel Udara
Madjo berdiri dengan tinggi 193 sentimeter, atau dua sentimeter lebih tinggi daripada Lukaku. Ukuran tubuh tersebut membuatnya memiliki modal besar untuk menjadi sasaran umpan dan menjaga penguasaan bola di lini depan.
Direktur Akademi Aston Villa, Delvin Skenderovic, melihat kemiripan yang jelas antara Madjo dan Lukaku. Ia menyoroti kekuatan Madjo dalam menggunakan tubuhnya ketika terlibat dalam permainan.
“Saya pikir dia sangat mengingatkan saya pada Romelu Lukaku,” ujar Skenderovic. “Saya rasa dia memiliki profil yang cukup mirip, di mana dia mampu menguasai bola, kuat dalam duel udara.”
Kemampuan itu terlihat relevan dengan gol yang dicetak Madjo di Salzburg. Ia menunjukkan bahwa postur tinggi bukan sekadar data fisik, melainkan dapat menjadi faktor penentu di dalam pertandingan.
Kecepatan yang Dinilai Berbeda
Skenderovic menilai Madjo tidak hanya mengandalkan kekuatan tubuh dan permainan udara. Ia menyebut penyerang tersebut memiliki kecepatan yang sedikit lebih baik daripada Lukaku.
“Namun, saya hanya berpikir Brian akan sedikit lebih cepat daripada Lukaku,” tambah Skenderovic. Penilaian itu memperkuat gambaran Madjo sebagai penyerang dengan kombinasi fisik dan mobilitas.
Lukaku sendiri memiliki rekam jejak besar di Premier League dengan 121 gol dari 278 pertandingan. Ia pernah bermain untuk West Bromwich Albion, Chelsea, Manchester United, dan Everton selama berkarier di Inggris.
Madjo belum berada pada tahap pembuktian melalui catatan gol Premier League. Namun, gol sundulan melawan PSG telah menunjukkan kemampuan duel udara dan daya tahannya dalam menahan bola, dua aspek yang menjadi dasar perbandingan tersebut.
Penampilan di Piala Super Eropa memberi gambaran awal tentang potensi Madjo di Aston Villa. Dengan postur tinggi dan kecepatan yang disebut Skenderovic, ia memiliki profil penyerang yang dapat terus diperhatikan.






