Penerapan PSAK 117 pada industri asuransi jiwa sepanjang 2025 menjadi momentum bagi IFG Life untuk meningkatkan transparansi dan mutu pelaporan keuangan. Di periode yang sama, perusahaan mencatat laba bersih konsolidasi Rp482,12 miliar serta total aset Rp32,84 triliun.
Laba tersebut meningkat 162,9% dibandingkan pencapaian 2024. Kinerja ini menunjukkan penguatan sejumlah indikator keuangan ketika perseroan menata struktur bisnis dan pengelolaan risiko.
Pelaporan dan Tata Kelola Jadi Perhatian
IFG Life memanfaatkan penerapan PSAK 117 untuk memperkuat kualitas pelaporan keuangan. Langkah itu berjalan bersama fokus pada tata kelola, manajemen risiko, dan pengelolaan investasi yang terukur.
Transparansi pelaporan menjadi bagian dari upaya memperkuat fundamental keuangan perusahaan selama tahun berjalan. Perseroan juga menjaga kualitas bisnis melalui pengelolaan portofolio yang terstruktur.
Strategi investasi yang presisi turut disebut sebagai salah satu unsur dalam menjaga kinerja operasional. Detik Finance melaporkan ekspansi bisnis yang sehat dan efisiensi pengelolaan investasi mendukung hasil positif IFG Life.
Pendapatan Jasa Asuransi Bertumbuh
Pendapatan jasa asuransi IFG Life mencapai Rp6,56 triliun sepanjang 2025. Angka itu tumbuh 11,7% dan menjadi salah satu penopang peningkatan laba bersih konsolidasi.
Jumlah aset yang mencapai Rp32,84 triliun memperlihatkan besarnya basis keuangan perusahaan pada 2025. Penguatan aset berlangsung di tengah upaya perseroan memperbesar ketahanan struktur usaha.
| Indikator Keuangan | Capaian 2025 | Catatan |
|---|---|---|
| Pendapatan jasa asuransi | Rp6,56 triliun | Tumbuh 11,7% |
| Laba bersih konsolidasi | Rp482,12 miliar | Naik 162,9% dari 2024 |
| Total aset | Rp32,84 triliun | Posisi sepanjang 2025 |
| RBC | 180,16% | Melampaui batas minimum OJK |
Modal di Atas Ketentuan Regulator
Selain pertumbuhan laba dan pendapatan, IFG Life membukukan RBC sebesar 180,16%. Rasio ini berada jauh di atas batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan.
RBC merupakan salah satu ukuran untuk melihat kondisi permodalan perusahaan asuransi. Bagi IFG Life, capaian tersebut mencerminkan kondisi keuangan yang berada di atas ketentuan minimum regulator.
Penguatan indikator keuangan itu diarahkan untuk mendukung kelangsungan usaha dan pemenuhan kewajiban kepada pemegang polis. Perusahaan menempatkan kemampuan menjaga komitmen tersebut sebagai fondasi utama dalam menjalankan bisnis.
Direktur Keuangan merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama IFG Life, Ryan Diastana Firman, menyatakan capaian 2025 mencerminkan konsistensi dalam penguatan struktur bisnis. Ia menilai hasil tersebut turut memperkuat kemampuan perusahaan menyediakan perlindungan yang relevan bagi masyarakat Indonesia.
“Kinerja 2025 menjadi cerminan dari upaya tersebut, sekaligus memperkuat kemampuan perusahaan untuk terus memenuhi komitmen kepada seluruh pemegang polis dan menghadirkan perlindungan yang relevan di setiap tahap kehidupan masyarakat Indonesia,” ujar Ryan Diastana Firman. Pernyataan itu menegaskan kaitan antara fundamental keuangan dan tanggung jawab perusahaan kepada nasabah.
Ke depan, IFG Life berencana mengembangkan inovasi produk serta memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai mitra. Pengelolaan investasi yang terukur akan terus dijaga untuk mempertahankan kepercayaan publik dan menopang penguatan usaha.
Rangkaian capaian pada 2025 menempatkan kesehatan keuangan sebagai basis keberlanjutan bisnis IFG Life. Fokus tersebut tetap diarahkan pada pemenuhan kewajiban kepada para pemegang polis secara bertanggung jawab.






