Penarikan proposal penjualan saham operasi komersial FIFA belum meredakan keberatan New Zealand Football. Federasi tersebut tetap mencabut dukungan terhadap pencalonan kembali Gianni Infantino sebagai presiden FIFA pada 2027.
NZF memandang kontroversi FIFA Forward Enterprise perlu diperiksa secara independen. Federasi itu menyatakan kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA telah menurun akibat sejumlah kebijakan dan tindakan yang dinilai memicu perpecahan.
Skema FIFA Forward Enterprise berkaitan dengan operasi komersial kompetisi FIFA. Dalam rancangan yang sempat diajukan, FIFA berencana menjual hingga 20% saham operasi tersebut kepada investor swasta.
Kompetisi besar seperti Piala Dunia termasuk dalam cakupan operasi yang direncanakan masuk ke skema itu. Proposal akhirnya ditarik, namun NZF menilai persoalan selama proses penyusunannya tetap harus dijawab.
Peninjauan Dinilai Penting
NZF meminta peninjauan independen terhadap langkah-langkah dalam perancangan dan pengajuan FIFA Forward Enterprise. Tuntutan itu diarahkan untuk memulihkan keyakinan terhadap tata kelola sepak bola internasional.
“NZF juga mengupayakan peninjauan independen terhadap langkah-langkah yang diambil dalam menyusun skema FIFA Forward Enterprise,” kata federasi tersebut. NZF menilai evaluasi diperlukan karena dampak persoalan itu tidak terbatas pada satu proposal bisnis.
| Unsur proposal | Rincian |
|---|---|
| Nama skema | FIFA Forward Enterprise |
| Rencana transaksi | Penjualan hingga 20% saham kepada investor swasta |
| Cakupan operasi | Kompetisi besar FIFA, termasuk Piala Dunia |
| Status proposal | Telah ditarik oleh FIFA |
Pencabutan Dukungan Resmi
Keputusan NZF diumumkan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Pencabutan itu secara tegas ditujukan kepada pencalonan Gianni Infantino pada Kongres FIFA 2027.
“New Zealand Football (NZF) hari ini mengumumkan secara resmi menarik dukungan terhadap pencalonan Gianni Infantino sebagai presiden FIFA pada Kongres FIFA 2027,” demikian pernyataan federasi. Sikap ini menempatkan NZF sebagai pihak yang secara terbuka menyuarakan hilangnya kepercayaan.
NZF merupakan anggota terbesar Konfederasi Sepak Bola Oseania atau OFC. Selandia Baru juga menjadi satu-satunya negara dari Oseania yang berhasil lolos ke Piala Dunia FIFA 2026.
OFC Memilih Jalur Evaluasi
Respons NZF tidak sama dengan OFC terhadap penarikan proposal tersebut. OFC menyambut keputusan FIFA untuk membatalkan rencana dan membuka proses peninjauan terkait proyek itu.
Komite Eksekutif OFC membahas isu ini dalam pertemuan di Fiji pada Rabu, 12 Agustus 2026. Dalam pernyataannya, OFC mengakui kemajuan pengembangan sepak bola Oseania selama satu dekade terakhir di bawah kepemimpinan FIFA.
OFC meminta FIFA menggunakan proses evaluasi untuk mengidentifikasi serta menerapkan perubahan yang diperlukan. Konfederasi itu tidak menyampaikan pencabutan dukungan terhadap Infantino seperti yang dilakukan NZF.
Perbedaan respons tersebut memperlihatkan adanya ketidaksamaan penilaian di kawasan Oseania. NZF menuntut pemeriksaan independen dan menarik dukungan, sedangkan OFC mendorong perubahan melalui proses peninjauan yang telah dibuka FIFA.
Menjelang Kongres FIFA 2027, tuntutan NZF membuat isu transparansi dalam pengelolaan operasi komersial menjadi perhatian. Nasib pencalonan Infantino kini bersinggungan dengan perdebatan yang lebih luas mengenai kepercayaan dan tata kelola FIFA.






