Film layar lebar “Mulai Dari Nol” direncanakan memakai seluruh properti dari material hasil daur ulang sampah. Keputusan produksi itu membuat pesan lingkungan tidak hanya hadir dalam cerita, tetapi juga diterapkan dalam proses pembuatan film.
Kinarya Coop mengaitkan penggunaan material daur ulang dengan gagasan ekonomi berbasis gotong royong. Film tersebut juga membawa isu perdagangan karbon melalui skema koperasi serta ajakan untuk merawat lingkungan.
Produksi dan Program Sampah Berjalan Bersama
Selain penggunaan properti daur ulang, Kinarya Coop memasukkan Program RW HERO ke dalam agenda proyek ini. Program tersebut mengusung penyelesaian masalah sampah dari sumbernya dalam waktu 40 hari.
Jawa Barat dan Yogyakarta ditetapkan sebagai wilayah pilot utama Program RW HERO. Kedua daerah itu juga direncanakan menjadi lokasi pengambilan gambar “Mulai Dari Nol”.
Keterhubungan antara lokasi produksi dan program pengelolaan sampah memperlihatkan arah partisipasi sosial yang dibangun dalam film ini. Kinarya Coop berencana melibatkan sekolah, kampus, Purna Paskibraka Kabupaten Bekasi, perusahaan, serta tokoh agama dalam proses pengerjaannya.
Karbon Tidak Hanya untuk Korporasi Besar
Film ini dirancang sebagai medium komunikasi publik untuk mengenalkan industri karbon kepada masyarakat, terutama generasi muda. Anak-anak muda Gen Z di Kinarya Coop mendorong pemahaman bahwa nilai ekonomi perdagangan karbon dapat diakses secara lebih luas.
Skema koperasi multi pihak menjadi gagasan yang ditawarkan untuk memperluas partisipasi tersebut. Pendekatan ini diarahkan agar perdagangan karbon tidak semata dipahami sebagai ruang bagi korporasi besar.
Medcom.id melaporkan bahwa Kinarya Coop memosisikan sinema sebagai sarana membumikan ekonomi gotong royong. Peran koperasi dalam pengelolaan karbon menjadi salah satu pesan yang ingin disampaikan kepada publik melalui film tersebut.
Dua Menteri Dijadwalkan Menjadi Cameo
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan kesediaan untuk tampil sebagai cameo. Kesiapan itu disampaikan setelah penandatanganan Nota Kesepahaman mengenai pengelolaan unit perdagangan karbon oleh koperasi.
Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih juga dijadwalkan terlibat sebagai cameo. Kehadiran para tokoh itu menjadi bagian dari pendekatan kolaboratif yang mengiringi proyek “Mulai Dari Nol”.
| Tokoh | Jabatan atau Kesatuan | Keterlibatan |
|---|---|---|
| Moh Jumhur Hidayat | Menteri Lingkungan Hidup | Cameo film |
| Ferry Juliantono | Menteri Koperasi | Cameo film |
| Mayjen TNI Kosasih | Panglima Kodam III/Siliwangi | Cameo film |
Tiket dan Kepedulian Mangrove
Partisipasi masyarakat juga diperkenalkan lewat program #1ticket1mangrove. Program ini menghubungkan aktivitas menonton “Mulai Dari Nol” dengan kepedulian terhadap mangrove.
Melalui rangkaian tersebut, film ini membawa beberapa isu dalam satu agenda partisipasi. Fokusnya mencakup koperasi karbon, penanganan sampah, pemakaian material daur ulang, dan aksi lingkungan yang dapat diikuti masyarakat.






