Predator Orion 7000 akan menjadi komputer pertandingan bagi seluruh atlet profesional di VCT Pacific Stage 1 dan Stage 2 musim 2026. Penempatan desktop ini menjadikan lini perangkat gaming Acer sebagai salah satu fondasi teknis di kompetisi VALORANT regional tertinggi Asia Pasifik.
Keputusan tersebut bukan sekadar soal penyediaan komputer untuk pemain di atas panggung. Turnamen juga menyiapkan perangkat berbeda untuk proses sebelum laga, kebutuhan pelatih, serta ajang pengembangan hingga kompetisi Game Changers APAC.
Perangkat Dibagi Menurut Peran Kompetisi
Susunan perangkat Predator memperlihatkan bahwa penyelenggaraan esports profesional membutuhkan konfigurasi yang disesuaikan dengan tugas setiap pengguna. Pemain, pelatih, dan tim yang menjalani tahap persiapan pertandingan menggunakan perangkat dengan fungsi masing-masing.
| Kompetisi | Perangkat | Peruntukan |
|---|---|---|
| VCT Pacific Stage 1 dan Stage 2 | Predator Orion 7000 | Komputer pertandingan atlet profesional |
| VCT Pacific Stage 1 dan Stage 2 | Predator Helios Neo 16S AI | Proses map veto sebelum pertandingan |
| VALORANT Challengers APAC, Offline Final VCL, dan Last Chance Qualifiers | Predator Orion 5000 | Komputer utama pemain |
| Game Changers APAC | Predator Orion 7000 | Komputer pertandingan |
Selain menggunakan Orion 7000 pada laga utama, rangkaian VCT Pacific juga memanfaatkan Predator Helios Neo 16S AI untuk map veto. Tahap ini digunakan tim untuk memilih dan melarang peta sebelum pertandingan dimulai.
Di sisi pemain, monitor gaming Nitro XF252QF disiapkan sebagai perangkat tampilan pertandingan. Jajaran pelatih menggunakan Nitro VG271U, sementara Nitro Lite 16 berperan sebagai perangkat pendamping selama laga berlangsung.
Pembagian tersebut menunjukkan kebutuhan pertandingan kompetitif tidak hanya bertumpu pada performa komputer atlet. Staf pelatih juga memerlukan perangkat yang dapat membantu mereka mengikuti jalannya pertandingan dari area tim.
Cakupan dari VCT hingga Game Changers
Predator Orion 5000 dipersiapkan untuk VALORANT Challengers APAC, Offline Final VCL, dan Last Chance Qualifiers. Sementara itu, Orion 7000 dijadwalkan kembali dipakai dalam Game Changers APAC yang berlangsung pada September.
Menurut keterangan yang dimuat Suara.com, penunjukan Predator sebagai perangkat turnamen resmi mencakup berbagai tingkatan VALORANT Esports APAC. Jangkauannya meliputi VCT Pacific, Challengers APAC, Last Chance Qualifiers, Offline Final VCL, hingga Game Changers APAC.
Cakupan lintas level tersebut menempatkan perangkat yang sama dalam ekosistem dengan kebutuhan kompetisi yang berbeda-beda. Turnamen regional utama, kompetisi pengembangan, dan ajang Game Changers memiliki alokasi perangkat sesuai peruntukan masing-masing.
Tuntutan Stabilitas di Panggung Profesional
Gaming Marketing Communications Manager Acer Indonesia, Renaldy Felani, menilai kepercayaan itu menjadi validasi atas performa dan reliabilitas teknologi Predator. Menurutnya, perangkat yang dipakai dalam esports profesional harus memenuhi tuntutan keandalan yang ketat.
“Kepercayaan terhadap jajaran perangkat Predator sebagai official tournament devices di berbagai kompetisi VALORANT esports APAC menjadi validasi atas performa dan reliabilitas teknologi yang kami hadirkan,” ujar Renaldy dalam keterangan resmi, Sabtu (18/7/2026).
Ia menekankan pentingnya performa yang konsisten, respons cepat, dan stabilitas maksimal pada perangkat untuk panggung profesional. Faktor tersebut dinilai penting agar pertandingan kompetitif dapat berlangsung optimal tanpa gangguan teknis.
“Kami percaya perangkat yang digunakan di panggung esports profesional harus mampu memberikan performa yang konsisten, respons yang cepat, dan stabilitas maksimal agar setiap pertandingan dapat berlangsung secara optimal,” kata Renaldy.
Bagi Acer, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Predator sebagai penyedia teknologi gaming premium di Asia Pasifik. Perusahaan juga menyatakan ingin mendukung pertumbuhan ekosistem esports melalui inovasi produk, kolaborasi strategis, dukungan komunitas, dan regenerasi talenta.
Penggunaan perangkat resmi pada beberapa level kompetisi menegaskan besarnya perhatian terhadap kesiapan sistem di esports profesional. Stabilitas perangkat kini menjadi elemen penting yang mendukung kelancaran pertandingan dari tahap persiapan hingga laga di panggung utama.






