Poin ranking dunia menjadi taruhan besar bagi 30 atlet Indonesia pada Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026. Turnamen World Taekwondo G2 itu mempertemukan wakil tuan rumah dengan peserta dari 32 negara di Jakarta.
Kompetisi akan berlangsung selama lima hari, dari 1 hingga 5 Agustus 2026, di Tennis Indoor Gelora Bung Karno, Senayan. Kesempatan bertanding di dalam negeri memberi atlet Indonesia akses langsung ke persaingan internasional tanpa perjalanan ke luar negeri.
Dua Nomor, Tiga Puluh Wakil
Kontingen Indonesia dibagi ke dalam nomor poomsae dan kyorugi. Nomor poomsae recognized serta freestyle dijadwalkan lebih dulu sebelum pertandingan kyorugi senior dimulai.
| Nomor | Periode laga | Kontingen Indonesia |
|---|---|---|
| Poomsae Recognized dan Freestyle | 1-2 Agustus 2026 | 11 atlet |
| Kyorugi Senior Putra dan Putri | 3-5 Agustus 2026 | 19 atlet |
| Total | 1-5 Agustus 2026 | 30 atlet |
Sektor kyorugi putra mengirim 13 atlet, menjadikannya kelompok terbesar dalam kontingen. Kyorugi putri terdiri atas enam atlet, sedangkan poomsae putra dan putri diperkuat masing-masing tujuh serta empat atlet.
Untuk kyorugi putra, Aziz Hidayat Tumakaka dan Audrey Davin Fulyian Rachmad tampil di U-54 kg. Ariqfallah Rasyid serta Moch Rizky Pratama Damo Polii bertanding pada U-58 kg, sementara Bagus Aditya berada di U-63 kg.
Kelas U-68 kg diisi M. Bassam Raihan Ramadhan dan Rizqy Fadhila, sedangkan Ariq Alfatih bersama Afif Febrianto turun di U-74 kg. Arya Danu Susilo dan Mhd Raihan Fadhila terdaftar di U-80 kg, sementara Osanando Naufal Khairudin serta Ezar Fadihillah Desta Mahardika berada di U-87 kg.
Rayinda Syah Alexandra menjadi wakil U-46 kg putri, disusul Queenita Keisha Azzahra di U-49 kg. Silvana Lamanda tampil pada U-57 kg, Reininda Pireraningtyas di U-62 kg, Amelia Putri di U-73 kg, dan Dinda Lestari di O-73 kg.
Tim Poomsae dan Standar Penyelenggaraan
Nomor poomsae putra diperkuat Muhammad Rizal, Andi Sultan Altaf Mirza, M. Daffa Wahyu, Azka Hanayaka, M. Nadim Fathurahman, M. Syarif Hidayatullah, serta M. Hafizh Fachrur Rozhy. Sektor putri mengandalkan Erviko Andrea Prameswari H., Maheswari Enesia Irianto, Jingga Joelanda Sukoco, dan Angela Khansa Nathania.
Sekretaris Jenderal PB TI Rafael Hotasi Siagian menyatakan persiapan penyelenggaraan telah memasuki tahap akhir. Kedatangan technical delegate, Competition Supervisory Board, wasit internasional, serta registrasi peserta disusun mengikuti standar World Taekwondo.
Pelayanan untuk atlet, ofisial, dan delegasi menjadi salah satu perhatian tuan rumah. Kesiapan tersebut diperlukan mengingat kejuaraan menghadirkan peserta dalam jumlah besar dan melibatkan agenda pertandingan selama lima hari.
Ujian dari Peserta Internasional
Negara peserta mencakup Korea Selatan, Jepang, Kazakhstan, Australia, Amerika Serikat, Rusia, Turki, Thailand, Malaysia, dan India. Delegasi China Taipei, Ukraina, Belanda, Yunani, Chile, Peru, Arab Saudi, Pakistan, Filipina, serta Timor-Leste juga ambil bagian.
Ketua Umum PB TI Letjen TNI Richard Tampubolon memandang kehadiran para peserta tersebut sebagai ruang ukur yang berharga bagi atlet nasional. Ia menilai pengalaman menghadapi lawan berkelas dunia di kandang sendiri dapat membangun mental juara dan daya saing internasional.
“Kepercayaan dari Asian Taekwondo Union dan World Taekwondo untuk Indonesia merupakan kehormatan yang sangat besar,” ujar Richard dalam keterangannya pada Sabtu, 25 Juli 2026. Ia menyebut kepercayaan itu merupakan hasil kerja panjang untuk membangun reputasi Indonesia di lingkungan taekwondo Asia.
Selain mengejar hasil di atas matras, Indonesia juga memikul tanggung jawab sebagai penyelenggara. Turnamen ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kualitas pelaksanaan kompetisi internasional sekaligus melihat perkembangan pembinaan atlet nasional.






