Platense kehilangan kemenangan pada penghujung laga setelah Guido Vadalá mencetak gol menit ke-90+4 untuk Coquimbo Unido. Pertandingan leg pertama babak 16 besar Copa Libertadores pun berakhir 1-1, meski tuan rumah telah unggul lebih dahulu.
Gol penyeimbang itu menjadi pukulan bagi Platense yang sempat menjaga keunggulan sejak menit ke-35. Bagi Coquimbo Unido, hasil seri dari laga tandang memberi nilai penting sebelum kedua tim melanjutkan persaingan ke leg kedua.
Keunggulan yang Tidak Bertahan
Luciano Giménez membawa Platense memimpin melalui sundulan kepala setelah menerima umpan silang Juan Ignacio Saborido. Gol pada menit ke-35 tersebut membuat tim arahan Martín Palermo unggul 1-0.
Platense berusaha mempertahankan hasil itu dalam pertandingan yang berlangsung sengit di Estadio Ciudad de Vicente López, Buenos Aires. Namun, gol Vadalá pada masa tambahan waktu babak kedua memastikan keunggulan tersebut tidak bertahan hingga peluit akhir.
“Pertandingan sangat intens sejak awal dan kami berusaha mempertahankan hasil ini untuk leg kedua,” ujar Palermo. Sejumlah kartu kuning dikeluarkan wasit Paraguay Juan Benítez dalam laga yang diiringi atmosfer padat penonton tersebut.
Peluang Menambah Gol Tidak Maksimal
Platense mendapat kesempatan untuk memperlebar keunggulan melalui penalti pada menit ke-80. Diego Sánchez, kiper Coquimbo Unido, menggagalkan peluang itu dan menjaga timnya tetap memiliki kesempatan membalas.
Kegagalan penalti tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perubahan arah pertandingan. Coquimbo Unido kemudian berhasil memanfaatkan sisa waktu melalui gol Vadalá untuk memaksakan skor imbang.
| Peristiwa | Menit | Dampak Skor |
|---|---|---|
| Gol Luciano Giménez | 35 | Platense unggul 1-0 |
| Penalti Platense digagalkan Diego Sánchez | 80 | Skor tetap 1-0 |
| Gol Guido Vadalá | 90+4 | Skor menjadi 1-1 |
Strategi Tamu Menahan Tekanan
Coquimbo Unido menghadapi pertandingan ini dengan pertahanan rapat dan mengandalkan serangan balik. Pendekatan tim asuhan Hernán Caputto itu membuat mereka mampu bertahan menghadapi tekanan yang dibangun Platense.
Caputto menyebut gol di menit akhir memberi semangat besar untuk timnya. “Kami sangat senang bisa mendapatkan hasil ini di kandang lawan, terutama dengan gol di menit terakhir yang memberi kami semangat untuk leg kedua,” kata Caputto.
Hasil ini memiliki konteks tersendiri bagi kedua klub di Copa Libertadores. Platense sedang menjalani partisipasi pertama mereka, sementara Coquimbo Unido tampil untuk kedua kali setelah sebelumnya terakhir bermain pada 1992.
Leg Kedua Masih Terbuka
Platense menunjukkan kemampuan menekan dan menciptakan peluang, tetapi gagal mengubah dominasi tersebut menjadi kemenangan. Kegagalan mempertahankan skor serta penalti yang tidak berbuah gol menjadi catatan utama dari laga pertama.
Coquimbo Unido membawa hasil 1-1 sebagai bekal setelah memperlihatkan daya juang hingga menit terakhir. Kedudukan imbang membuat kedua tim masih memiliki peluang yang sama menjelang pertemuan berikutnya.






