Google menyiapkan Pixel Tag, perangkat pelacak barang yang mengandalkan Ultra Wideband atau UWB untuk membantu pengguna menemukan benda pada jarak dekat. Teknologi ini memungkinkan panduan arah dan perkiraan jarak yang lebih presisi pada perangkat kompatibel.
Kehadiran UWB menjadi pembeda penting karena pelacakan barang tidak hanya bergantung pada posisi terakhir di peta. Pengguna dapat memperoleh petunjuk saat mencari kunci, dompet, atau tas yang terselip di sekitar rumah.
Pixel Tag dijadwalkan tersedia secara global pada 11 November 2026 dengan harga mulai US$29. Google juga menyiapkan paket berisi empat unit seharga US$99, yang menempatkannya dekat dengan rentang harga Apple AirTag.
| Aspek | Detail Pixel Tag |
|---|---|
| Harga satuan | US$29 |
| Paket empat unit | US$99 |
| Ketersediaan global | 11 November 2026 |
| Baterai | CR2032, hingga satu tahun |
Pencarian Dekat Didukung Dua Teknologi
Selain UWB, perangkat ini membawa Bluetooth 6.0 Channel Sounding untuk membantu pengukuran jarak yang lebih akurat. Kombinasi keduanya dirancang agar pencarian barang dalam jangkauan dekat tidak berhenti pada notifikasi umum.
Pixel Tag juga memiliki speaker yang dapat dibunyikan ketika berada dalam jangkauan Bluetooth. Tombol pada perangkat tersebut dapat digunakan untuk membantu menemukan ponsel yang sedang terhubung.
Untuk barang yang berada jauh dari pemilik, Pixel Tag memanfaatkan jaringan Find Hub. Jaringan ini menggunakan lebih dari satu miliar perangkat Android untuk meneruskan informasi lokasi ketika tag tidak tersambung langsung ke ponsel pemilik.
Model pelacakan berbasis jaringan itu dapat memperbesar kemungkinan barang ditemukan setelah tertinggal di area publik. Menurut radarmadura.jawapos.com, informasi lokasi di jaringan tersebut mendapat perlindungan enkripsi end-to-end.
Dirancang Menyatu dengan Android
Pixel Tag ditujukan bagi pengguna Android karena proses penyambungannya memakai Fast Pair. Pengguna cukup menarik tab baterai lalu mendekatkan tag ke ponsel yang menjalankan Android 9 atau versi lebih baru.
Setelah tersambung, nama barang dapat diatur melalui aplikasi Find Hub. Pelacakan satu tag juga dapat dibagikan kepada maksimal 10 orang untuk kebutuhan keluarga atau penggunaan bersama.
Google turut menyiapkan Left Behind Alerts yang memberi notifikasi ketika barang berpenanda tag tertinggal. Fitur ini ditujukan untuk mendukung penggunaan harian pada benda yang kerap dibawa bepergian.
Baterai yang Bisa Diganti dan Perlindungan IP67
Pixel Tag memakai baterai kancing CR2032 yang dapat diganti sendiri oleh pengguna. Google menyatakan daya baterainya dapat bertahan hingga satu tahun sebelum perlu penggantian.
Bodinya menggunakan material stainless steel dan mengantongi sertifikasi IP67 terhadap debu serta air. Kombinasi tersebut menempatkan perangkat ini sebagai aksesori yang disiapkan untuk aktivitas sehari-hari.
Persaingan dengan AirTag akan bergantung pada ekosistem yang dipakai konsumen, karena perangkat Apple terhubung ke jaringan Find My. Pixel Tag diarahkan menjadi pilihan pelacak barang dengan integrasi langsung ke layanan Google di Android.
Google belum merinci harga resmi maupun jadwal penjualan Pixel Tag di Indonesia. Kinerja Find Hub dalam penggunaan nyata akan menjadi salah satu penentu daya saing perangkat ini di pasar pelacak pintar.






