Piala Kapolri 2026 tidak hanya menjadi tempat persaingan pebulu tangkis muda berperingkat nasional. Kejuaraan ini juga memberi jalur kompetisi bagi atlet difabel yang berpeluang dipantau untuk masuk pemusatan latihan nasional NPC Indonesia.
Sebanyak 70 atlet difabel akan tampil dalam enam kategori para-bulu tangkis. Hasil pertandingan dapat menjadi bahan penilaian untuk melihat peserta yang memiliki potensi ke Pelatnas NPC Indonesia.
Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Ukun Rukaendi mengatakan pembinaan atlet di lembaganya memakai sistem promosi dan degradasi. NPC Indonesia juga sudah memiliki pusat pelatihan sendiri untuk menjalankan program pembinaan dengan lebih leluasa.
“Total ada 70 atlet yang akan turun di ajang ini di enam kategori. Nanti juaranya, kalau kami lihat ada potensi akan masuk Pelatnas,” tutur Ukun.
| Kategori Para-Bulu Tangkis | Sistem Nomor |
|---|---|
| Tunggal Putra WH1/WH2 | Gabungan |
| Tunggal Putra SL3 | Terpisah |
| Tunggal Putra SL4 | Terpisah |
| Tunggal Putra SU5 | Terpisah |
| Tunggal Putri SL3/SL4/SU5 | Gabungan |
| Tunggal SH6 Putra dan Putri | Gabungan |
Ruang kompetisi bagi atlet difabel berjalan bersamaan dengan pertandingan usia muda dan kategori khusus Polri. Susunan tersebut memperlihatkan upaya penyelenggara menghadirkan kejuaraan dengan cakupan peserta yang lebih beragam.
Perwakilan Polri, Irjen Pol Ahmad Ramadhan, berharap kompetisi ini tidak berhenti sebagai arena mengejar prestasi. Ia menilai turnamen dapat memperkuat kebersamaan, persatuan, serta hubungan Polri dengan masyarakat.
Ramadhan juga menekankan pentingnya kesempatan yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Melalui pertandingan ini, manfaat pengembangan olahraga diharapkan dapat menjangkau kelompok yang lebih luas.
Kejuaraan Bulutangkis Piala Kapolri 2026 digelar pada 27 Juli sampai 1 Agustus 2026 di Jakarta. Sebanyak 591 atlet dijadwalkan berpartisipasi dalam turnamen hasil kolaborasi Polri, PP PBSI, dan NPC Indonesia tersebut.
| Informasi Pertandingan | Rincian |
|---|---|
| Pelaksanaan | 27 Juli-1 Agustus 2026 |
| Lokasi | GOR Universitas Negeri Jakarta |
| Lokasi | GOR Duren Sawit |
| Lokasi | GOR Kecamatan Pondok Bambu Jakarta |
Pada kelompok pembinaan, peserta berasal dari kategori pemula U15, remaja U17, dan taruna U19. Atlet yang tampil berada pada peringkat satu hingga 32 nasional, sehingga pertandingan juga menjadi panggung pengukuran kekuatan di setiap jenjang usia.
Lima sektor utama yang dipertandingkan adalah tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Selain itu, kategori Beregu Putra Polri menggunakan format tiga partai ganda putra dalam setiap pertandingan.
Kategori Polri memiliki satu partai dengan total usia pasangan minimal 85 tahun dan satu partai minimal 60 tahun. Partai ketiga dapat diisi pasangan dengan usia bebas.
Sekretaris Jenderal PP PBSI sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Ricky Soebagdja menilai dukungan Polri penting bagi kesempatan bertanding peserta. Dalam jumpa pers di Jakarta Selatan pada 24 Juli 2026, ia menyebut pengalaman kompetisi diperlukan untuk menghadapi level yang lebih tinggi.
“Kolaborasi ini wujud sinergi yang positif bagi prestasi bulutangkis Indonesia. Para atlet memeroleh kesempatan dan pengalaman bertanding untuk kompetisi lebih tinggi,” kata Ricky.
Dengan mempertemukan atlet usia muda, anggota Polri, dan peserta para-bulu tangkis, kejuaraan ini menempatkan kompetisi sebagai bagian dari pembinaan. Bagi atlet difabel, turnamen tersebut sekaligus menghadirkan kesempatan untuk menunjukkan potensi di hadapan NPC Indonesia.






