Peta Aman Selat Hormuz Sudah Ada, Pernyataan Bersama Iran dan Oman Belum Rampung

Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan peta rute navigasi aman di Selat Hormuz, tetapi pernyataan bersama kedua negara belum rampung. Tahap diplomatik yang tersisa itu membuat pengaturan baru tersebut masih menunggu penyelesaian pembicaraan antara Teheran dan Muscat.

Kesepakatan teknis ini penting karena menyangkut perairan yang berbatasan langsung dengan wilayah Iran dan Oman. Namun, pemulihan pelayaran komersial secara penuh tetap belum pasti karena Iran mengaitkannya dengan tindakan Amerika Serikat.

Dokumen Politik Masih Dibahas

Teheran dan Muscat akan melanjutkan pertukaran pandangan untuk menyelesaikan pernyataan bersama. Dokumen itu akan menyertai pengumuman politik dan administratif atas peta rute yang telah disepakati.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyebut pengaturan rute tersebut sebagai kesepakatan independen. Ia menegaskan bahwa kesepakatan itu bukan perjanjian yang melibatkan negara lain.

Penegasan tersebut memperlihatkan upaya Iran dan Oman untuk mengatur navigasi di perairan mereka sendiri. Sasaran utamanya ialah keamanan pelayaran tanpa mengesampingkan hak kedaulatan masing-masing negara.

Pokok PembahasanKeterangan
Tujuan ruteMenyediakan lintasan navigasi yang aman.
Wilayah pengaturanPerairan berbatasan langsung dengan Iran dan Oman.
Instansi yang terlibatUnsur luar negeri, pertahanan, keamanan, dan lingkungan.
Proses yang belum selesaiPernyataan bersama Teheran dan Muscat.

Perundingan Intensif Selama Tiga Bulan

Pembicaraan rute pelayaran dimulai setelah Iran dan Oman menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni. Negosiasi kemudian berlangsung intensif selama tiga bulan.

Baghaei mengatakan terdapat kemajuan positif dalam tiga minggu terakhir sebelum peta rute akhirnya disepakati. Menurutnya, proses tersebut tetap berlangsung walau ada hambatan dari Amerika Serikat.

“Meskipun ada hambatan dari Amerika Serikat, pembicaraan telah menunjukkan kemajuan positif selama 3 minggu terakhir, dan kesepakatan telah tercapai mengenai peta rute pelayaran,” kata Baghaei, dikutip Beritasatu dari Anadolu. Pernyataan itu menandai capaian teknis dalam pembicaraan antara Iran dan Oman.

Pengaturan Tidak Hanya Soal Jalur Kapal

Kementerian Luar Negeri Iran memimpin koordinasi dengan beberapa otoritas dalam penyusunan peta tersebut. Unsur pertahanan, keamanan, dan lingkungan dilibatkan untuk membahas kebutuhan navigasi serta perlindungan kedaulatan.

Susunan koordinasi itu menunjukkan luasnya aspek yang dipertimbangkan dalam pengaturan pelayaran di Hormuz. Rute kapal diperlakukan bersama dengan kepentingan keamanan dan otoritas kedua negara di kawasan perairan.

Hubungan dengan Nota Kesepahaman Iran-AS

Pembicaraan teknis Iran dan Oman disebut diluncurkan berdasarkan nota kesepahaman Iran-AS. Dalam kerangka itu, Teheran dan Muscat mendapat tugas menyusun kerangka navigasi baru untuk Selat Hormuz.

Meski peta rute telah selesai disepakati, Iran berulang kali menyatakan pembukaan kembali jalur strategis tersebut bergantung pada pemenuhan kewajiban Amerika Serikat. Teheran menuntut penghentian ancaman militer, blokade angkatan laut, serta tindakan yang disebutnya ilegal.

Iran juga menuntut kompensasi atas apa yang dinilainya sebagai pelanggaran komitmen Amerika Serikat selama dua bulan terakhir. Karena itu, hasil perundingan dengan Oman belum dapat dipandang sebagai jaminan bahwa pelayaran komersial akan segera kembali normal sepenuhnya.

Bagi Oman, peta rute menjadi bagian dari proses teknis bersama negara tetangga untuk mengatur navigasi di perairan strategis. Bagi Iran, kesepakatan ini tetap dipisahkan dari tuntutan politiknya terhadap Amerika Serikat.

Baca Juga