Donna Agnesia menyampaikan pesan toleransi setelah menghadiri doa dan tahlil tujuh hari wafatnya Rachmat Gobel. Pesan itu ia sertakan dalam unggahan Instagram yang memperlihatkan dirinya mengenakan hijab putih dan busana panjang senada.
Penampilan tersebut menarik perhatian karena Donna merupakan pemeluk agama Katolik. Hijab yang dipakainya bukan berkaitan dengan perubahan keyakinan, melainkan penghormatan terhadap pengajian di kediaman mendiang.
Unggahan untuk Mengenang Rachmat Gobel
Donna membagikan sejumlah potret kegiatan itu melalui akun @dagnesia pada Jumat (17/7). Dalam unggahannya, ia menyebut banyak orang hadir untuk mendoakan dan mengagumi Rachmat Gobel.
“Doa & Tahlil 7 Hari Wafatnya Bapak H. @rachmatgobel_rg. Begitu banyak yang mendoakan & mengagumi Bapak. Kiranya surga bagi orang baik .. Amin. #salamtoleransi,” tulis Donna.
Keterangan itu memperlihatkan penghormatan Donna kepada Rachmat Gobel dalam momen duka. Tagar #salamtoleransi yang digunakannya juga menegaskan sikap saling menghargai di tengah perbedaan latar agama.
Acara doa bersama tersebut dilangsungkan pada hari ketujuh setelah wafatnya Rachmat Gobel. Para tamu yang hadir berkumpul untuk memberikan doa sekaligus mengenang sosok pengusaha itu.
Hadir Bersama Tiga Sahabat
Dalam kesempatan itu, Donna datang bersama Feni Rose, Oki Lukman, dan Rosiana Silalahi. Mereka terlihat mengenakan pakaian putih ketika berfoto bersama di rumah mendiang.
| Tokoh | Keterangan |
|---|---|
| Donna Agnesia | Hadir dengan hijab putih dan busana panjang putih |
| Feni Rose | Datang bersama Donna dengan pakaian putih |
| Oki Lukman | Datang bersama Donna dengan pakaian putih |
| Rosiana Silalahi | Datang bersama Donna dengan pakaian putih |
Keempatnya diketahui telah lama mengenal Rachmat Gobel. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan bagi keluarga serta penghormatan bagi mendiang dalam suasana pengajian.
Busana yang Selaras dengan Suasana Duka
Donna memakai hijab segitiga putih yang dipadukan dengan pakaian panjang berwarna senada. Penampilannya terlihat sederhana dan rapi, menyesuaikan suasana doa yang berlangsung khidmat.
Sejumlah warganet mengaku pangling melihat ibu tiga anak tersebut mengenakan hijab. Namun, perhatian terhadap gaya busananya tidak terlepas dari konteks penghormatan yang mendasari pilihan tersebut.
Liputan6 mencatat penampilan Donna menjadi salah satu bagian yang disorot dari unggahan itu. Meski demikian, inti dari pertemuan tersebut tetap doa bagi Rachmat Gobel pada tujuh hari setelah wafatnya.
Sikap Donna menunjukkan bahwa dukungan dalam momen duka dapat disampaikan dengan menghargai tata cara yang berlaku di lingkungan tuan rumah. Ia memilih menyesuaikan penampilannya tanpa mengesampingkan identitas keyakinan pribadinya.
Melalui unggahan dan pilihan busananya, Donna menempatkan empati sebagai pesan utama. Kehadirannya bersama para sahabat menjadi bagian dari doa bersama untuk mengenang Rachmat Gobel.






