Menang atas Persija Belum Cukup, Persebaya Masih Dibayangi Masalah Disiplin

Persebaya Surabaya meraih kemenangan 1-0 atas Persija Jakarta, tetapi hasil positif itu belum menutup pekerjaan rumah tim. Pelatih Bernardo Tavares masih menaruh perhatian pada disiplin pemain setelah sejumlah kartu kuning muncul dalam laga Grup B Piala Presiden 2026.

Yuran Fernandes menjadi salah satu pemain Persebaya yang mendapat kartu dalam pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu. Tavares menilai persoalan disiplin perlu segera dibenahi agar tidak mengganggu perkembangan tim pada fase persiapan.

“Kami sudah membicarakan hal ini sebelum pertandingan. Saya berharap pada laga berikutnya kami bisa memperbaikinya dan ini menjadi pelajaran bagi semua pemain,” ujar Tavares.

Evaluasi itu hadir di tengah awal persiapan Persebaya yang masih berlangsung. Bek Risto Mitrevski mengatakan skuad baru memulai latihan sekitar tiga minggu sebelum menjalani pertandingan tersebut.

Menurut Risto, kemenangan atas Persija dapat menjadi modal bagi tim untuk berkembang. Kepada Suara.com, ia menegaskan Persebaya harus terus berproses agar menjadi tim yang lebih kuat.

Gol Berawal dari Kesalahan yang Dipaksa

Keunggulan Persebaya lahir melalui pressing tinggi yang dilakukan secara agresif. Tekanan terhadap lini belakang Persija membuat lawan mengirim umpan buruk ke arah penjaga gawang.

Persebaya memanfaatkan momen tersebut untuk mencetak gol penentu kemenangan. Tavares menyebut kerja keras pemain menjadi faktor utama yang memungkinkan situasi itu tercipta.

“Gol yang menentukan pertandingan berawal dari pressing tinggi yang kami lakukan dengan sangat baik hingga lawan melakukan umpan yang buruk ke penjaga gawang,” kata Tavares usai laga. Ia menambahkan bahwa keberuntungan tetap dibutuhkan, tetapi harus datang melalui kerja keras.

Tekanan dari depan membuat aliran permainan Persija terganggu sejak fase membangun serangan. Persebaya juga dinilai mampu tampil solid saat menguasai bola maupun ketika harus bertahan.

Lebih Banyak Peluang, Hanya Satu Gol

Persebaya menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan Persija sepanjang pertandingan. Namun, sejumlah kesempatan emas belum dapat menghasilkan gol tambahan.

PemainCatatan dalam Laga
Francisco RiveraMenciptakan peluang emas
Ramadhan SanantaMenciptakan peluang emas
Miguel PereiraMenciptakan peluang emas

Peluang dari Francisco Rivera, Ramadhan Sananta, dan Miguel Pereira menunjukkan Persebaya mampu membangun ancaman dari beberapa pemain. Ketidakmampuan menambah gol membuat penyelesaian akhir menjadi bagian penting dalam evaluasi berikutnya.

Rotasi Tidak Berjalan Sesuai Rencana

Tavares juga menghadapi kendala ketika ingin melakukan pergantian pemain. Ia tidak menduga pertandingan pramusim tersebut berlangsung dengan tempo yang sangat tinggi.

“Ini pertandingan yang sangat intens untuk ukuran pramusim. Saya punya rencana melakukan beberapa pergantian pemain, tetapi karena intensitas pertandingan sangat tinggi, saya tidak bisa memasukkan pemain yang sudah saya rencanakan,” katanya.

Persebaya akhirnya menjaga susunan pemain yang dinilai masih sanggup menghadapi intensitas duel. Keputusan itu menegaskan bahwa kebutuhan rotasi harus disesuaikan dengan kondisi pertandingan di lapangan.

Hasil di Gelora Bung Tomo memperlihatkan pressing Persebaya sudah berjalan efektif meski persiapan tim masih relatif singkat. Setelah menaklukkan Persija, Persebaya tetap perlu meningkatkan penyelesaian peluang dan mengurangi pelanggaran yang berujung kartu.

Baca Juga