Juli 2026 Menguat untuk Mobil, Kendaraan Listrik dan Hybrid Tumbuh Lebih dari 40 Persen

Pasar mobil nasional menguat pada Juli 2026 dengan kenaikan distribusi dari pabrik ke dealer dan penjualan ritel kepada konsumen. Di tengah perbaikan itu, kendaraan listrik dan hybrid tumbuh lebih dari 40 persen secara tahunan.

Laju kendaraan elektrifikasi berada di atas pertumbuhan sektor otomotif yang mencapai 33,3 persen secara tahunan. Perkembangan tersebut juga diikuti kenaikan tajam konsumsi listrik di SPKLU.

Distribusi Mobil Menembus 81.115 Unit

Data Gaikindo menunjukkan distribusi mobil dari pabrik ke dealer pada Juli 2026 mencapai 81.115 unit. Jumlah itu bertambah 4,5 persen dari 77.603 unit pada Juni 2026.

Dibandingkan Juli 2025, distribusi mobil meningkat 33,3 persen dari sebelumnya 60.837 unit. Pertumbuhan tahunan ini menjadi salah satu dasar pemerintah dalam melihat penguatan sektor otomotif.

Penjualan ritel dari dealer ke konsumen juga mencatat kenaikan bulanan. Pada Juli 2026, penjualan tersebut mencapai 77.412 unit atau meningkat 3,6 persen dari 74.758 unit pada Juni.

Penjualan MobilJuni 2026Juli 2026Perubahan
Distribusi pabrik ke dealer77.603 unit81.115 unitNaik 4,5%
Penjualan dealer ke konsumen74.758 unit77.412 unitNaik 3,6%

Kendaraan Elektrifikasi Tumbuh Lebih Tinggi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pertumbuhan mobil listrik dan hybrid melampaui sektor otomotif secara umum. Menurutnya, kendaraan elektrik maupun hybrid naik lebih dari 40 persen secara tahunan.

“Kalau kami lihat dari sektor otomotif naik 33,3 persen year-on-year (secara tahunan), dan khusus untuk kendaraan elektrik ataupun kendaraan hybrid itu naiknya lebih dari 40 persen,” ujar Airlangga. Ia menyampaikan keterangan tersebut dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8).

IndikatorPertumbuhanKeterangan
Sektor otomotif33,3% tahunanPerbandingan Juli 2026 dan Juli 2025
Kendaraan listrik dan hybridLebih dari 40% tahunanMelampaui sektor otomotif
Total penjualan listrik10,8% tahunanIndikator kegiatan ekonomi

Pemakaian SPKLU Melewati Total Tahun Lalu

Data PLN mencatat konsumsi listrik di SPKLU mencapai 62,4 juta kWh hingga Juni 2026. Realisasi ini telah melampaui konsumsi sepanjang 2025 yang berjumlah 48,5 juta kWh.

Pada 2025, konsumsi listrik SPKLU tercatat tumbuh 28 persen. Kenaikan tersebut memperlihatkan penggunaan fasilitas pengisian daya yang terus bertambah seiring meningkatnya kendaraan elektrifikasi.

Pemerintah juga mencatat kenaikan konsumsi listrik pada kelompok pelanggan lain. Konsumsi rumah tangga naik 12,3 persen, konsumsi bisnis bertambah 10 persen, dan konsumsi industri meningkat 6,5 persen.

Total penjualan listrik tumbuh 10,8 persen secara tahunan, sedangkan penjualan semen meningkat 13,5 persen. Pemerintah memandang data konsumsi listrik dan semen sebagai bagian dari indikator aktivitas ekonomi riil.

Penguatan distribusi mobil, penjualan ritel, pertumbuhan kendaraan listrik dan hybrid, serta konsumsi SPKLU berlangsung dalam periode yang sama. Kombinasi indikator itu menunjukkan elektrifikasi semakin terkait dengan pemulihan dan pertumbuhan pasar otomotif nasional.

Baca Juga