Nilai Rp910 Triliun Menanti, Adopsi AI UKM Baru 14,5 Persen

Potensi nilai ekonomi hingga Rp910 triliun masih terbuka bagi Indonesia apabila lebih banyak usaha kecil dan menengah memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI. Nilai tersebut setara sekitar 3,8 persen dari produk domestik bruto nasional.

Peluang besar itu berbanding terbalik dengan tingkat pemakaian teknologi di kalangan pelaku usaha kecil. Adopsi AI UKM saat ini baru mencapai 14,5 persen, jauh di bawah perusahaan besar yang telah berada di level 62,5 persen.

Selisih Pemanfaatan Teknologi

Perbedaan tingkat adopsi menunjukkan bahwa banyak ruang pengembangan teknologi masih belum dimanfaatkan oleh UKM. Ketika pemakaian AI meluas, manfaatnya tidak hanya terkait percepatan pekerjaan rutin.

IndikatorNilaiKeterangan
Adopsi AI UKM14,5 persenTingkat pemanfaatan saat ini
Adopsi AI perusahaan besar62,5 persenLebih tinggi dibanding UKM
Potensi nilai ekonomiRp910 triliunSetara sekitar 3,8 persen PDB nasional
Potensi lapangan kerja510 ribuPerkiraan dari pemerataan AI

Data tersebut tercantum dalam AI Economic Opportunity Report 2026 yang dirilis Public First. Laporan ini menempatkan AI sebagai penggerak inovasi, pertumbuhan bisnis, dan pembentukan model usaha baru.

Perluasan teknologi dapat membantu pelaku usaha mempercepat proses operasional sekaligus mengembangkan produk dan layanan. Dengan demikian, AI dipandang memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar otomatisasi pekerjaan yang sudah ada.

Peluang Pekerjaan Baru

Pemerataan penggunaan AI di sektor usaha kecil dan menengah juga diperkirakan dapat mendukung terciptanya sekitar 510 ribu lapangan kerja baru di Indonesia. Peluang tersebut berkaitan dengan tumbuhnya kegiatan ekonomi, layanan, dan inovasi baru berbasis teknologi.

Vice President of Government Affairs & Public Policy, Centers of Excellence Google, Markham Erickson, menyampaikan bahwa dampak ekonomi AI dapat menjadi nyata jika pemanfaatannya menjangkau lebih banyak pelaku usaha. Ia menyampaikan pandangan itu dalam Peluncuran Laporan & Diskusi Google AI & YouTube untuk Ekonomi Kreatif di Jakarta pada Kamis, 23 Juli 2026.

“Jika lebih banyak UKM mengadopsi AI, Indonesia berpotensi menciptakan nilai ekonomi tambahan hingga Rp910 triliun atau setara 3,8% dari PDB nasional,” ujar Markham. Pernyataan tersebut menegaskan besarnya peluang yang dapat diambil dari penyebaran teknologi yang lebih merata.

AI dan Kreativitas Manusia

Country Director Google Indonesia Veronica Utami menilai AI seharusnya memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya. Kolaborasi antara teknologi dan kreativitas dinilai semakin penting bagi perkembangan ekonomi digital pada era AI.

Dampak ekosistem digital juga terlihat pada sektor kreatif melalui YouTube. Berdasarkan YouTube Impact Report terbaru, ekosistem kreatif platform tersebut menyumbang lebih dari Rp8,4 triliun terhadap PDB Indonesia dan mendukung lebih dari 190 ribu lapangan kerja sepanjang 2025.

Google dan YouTube menyatakan komitmennya untuk menjadi mitra dalam pembangunan ekonomi digital serta ekonomi kreatif Indonesia yang berdaya AI. Bagi UKM, peningkatan pemanfaatan teknologi akan menentukan apakah peluang ekonomi besar itu dapat dinikmati lebih luas atau tetap terkonsentrasi pada perusahaan besar.

Baca Juga