Saat Tugas Menumpuk, Ngemil Memang Menenangkan tapi Kalori Bisa Terus Bertambah

Tekanan pekerjaan dapat membuat camilan favorit terasa seperti jeda singkat yang menenangkan. Namun, kebiasaan mengambil makanan sambil menatap layar berpotensi membuat kalori terus bertambah tanpa disadari.

Risiko itu muncul karena fokus pekerja terbagi antara tugas dan makanan yang tersedia di meja. Ketika perhatian lebih banyak tercurah pada laptop, jumlah camilan yang masuk dapat sulit dipantau.

Rasa Tenang Tidak Selalu Berarti Asupan Terkendali

Mengunyah makanan favorit, termasuk cokelat, dapat membuat seseorang merasa lebih bahagia, tenang, dan rileks. Perasaan tersebut berkaitan dengan pelepasan dopamin ketika beban tugas terasa berat.

Efek positif ini menjelaskan mengapa camilan sering dipilih saat mood menurun di tengah pekerjaan. Makanan ringan juga dapat menjadi asupan sementara bagi orang yang belum memasuki waktu makan besar berikutnya.

Meski demikian, rasa nyaman saat mengemil tidak otomatis menandakan jumlah makanan sudah sesuai kebutuhan. Kebiasaan mengambil camilan berulang kali dapat terjadi tanpa disadari saat pekerjaan belum selesai.

Porsi Perlu Dipisahkan dari Kemasan

Satu kemasan keripik yang diletakkan di dekat laptop dapat habis ketika mata tetap terpaku pada layar. Kondisi ini mengubah kegiatan makan ringan menjadi asupan yang sulit dikendalikan.

Menyiapkan makanan dalam jumlah yang diperhatikan dapat membantu menjaga kontrol porsi. Langkah tersebut memudahkan pekerja membedakan kebutuhan makan ringan dengan dorongan untuk terus mengambil makanan.

Keadaan saat bekerjaDampak yang dapat membantuRisiko yang menyertai
Tekanan kerja meningkatMood terasa lebih tenang dan rileksRasa lapar dapat kembali setelah camilan bergula
Mengantuk pada jam rawanMengunyah membantu mempertahankan fokusPorsi sulit disadari saat fokus pada layar
Menanti waktu makan besarCamilan memberi energi sementaraKalori dapat menumpuk

Mengunyah Membantu, tetapi Bukan Jawaban untuk Energi Lama

BBC Future menyebut aktivitas motorik saat mengunyah dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen ke area otak. Dampak ini dapat membantu mengusir kantuk dan menjaga perhatian pada waktu konsentrasi mulai menurun.

Karena itu, ngemil sambil kerja dapat terasa berguna bagi sebagian orang yang membutuhkan dorongan sementara. Manfaat tersebut tetap perlu dilihat bersama jenis camilan yang dipilih dan jumlah yang dikonsumsi.

Makanan tinggi gula memang dapat memberi energi cepat, tetapi dorongan itu tidak selalu tahan lama. Menurut Healthline yang dikutip Beautynesia, rasa lapar dapat muncul lagi sekitar satu hingga dua jam setelah mengonsumsi olahan tinggi gula.

Saat rasa lapar kembali, tubuh dapat terasa lebih lemas dan fokus berisiko kembali menurun. Keadaan ini dapat memperbesar keinginan untuk mengambil camilan tambahan, khususnya ketika pekerjaan belum rampung.

Pengelolaan Meja Kerja Menjadi Bagian dari Kebiasaan Makan

Pemilihan makanan, jumlah asupan, dan kondisi meja kerja sama-sama perlu diperhatikan. Area yang menjadi tempat menyelesaikan tugas sekaligus tempat makan membutuhkan pengelolaan yang cermat.

Kebersihan meja tidak seharusnya terabaikan hanya karena aktivitas makan dilakukan singkat di sela pekerjaan. Dengan memilih camilan secara lebih sadar dan membatasi jumlahnya, jeda makan dapat tetap membantu tanpa mengacaukan pola asupan.

Baca Juga