Megawati Hangestri tetap memperoleh perhatian besar dari publik voli Korea Selatan saat muncul di GOR Jecheon. Sambutan itu datang ketika ia tidak tampil di V-League pada musim lalu dan telah bersiap melanjutkan karier bersama klub baru.
Pemain Indonesia tersebut hadir sebagai penonton dalam laga uji coba tim nasional putri Korea Selatan kontra Indonesia. Kehadirannya menunjukkan bahwa popularitas yang dibangun selama membela Red Sparks belum hilang.
Ikatan yang Tetap Terjaga
Megawati menyaksikan pertandingan bersama Kang Sung-hyung, pelatih Hyundai Hillstate, Dio Novandra, serta Chris Kim. Ia kemudian menyapa pemain dari kedua tim dan berinteraksi dengan penonton di arena.
Sejumlah penggemar menerima bola voli mini bertanda tangan Megawati. Pemain tersebut mengaku senang dapat bertemu kembali dengan rekan-rekannya dari Korea dan Indonesia.
“Seneng sekali bisa bertemu dengan teman-teman di Korea dan juga Indonesia,” kata Megawati. Momen itu menegaskan penerimaan hangat publik Korea terhadap pemain yang sebelumnya menjadi bagian penting Red Sparks.
Catatan Dua Musim Bersama Red Sparks
Megawati memperkuat Jung Kwan Jang atau Red Sparks selama dua musim sejak 2023. Periode itu dimulai ketika V-League menerapkan kuota pemain Asia.
Kualitas permainannya cepat menarik perhatian di Korea Selatan pada musim pertama. Serangan Megawati bahkan disebut pernah menyulitkan Kim Yeon-koung.
Puncak perjalanan bersama Red Sparks terjadi pada musim 2024-2025. Klub tersebut mencapai final kejuaraan untuk pertama kali dalam 13 tahun, tetapi harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari Heungkuk Life.
Setelah meninggalkan Red Sparks, Megawati bersiap mengejar gelar bersama Hyundai Hillstate. Kehadirannya bersama Kang Sung-hyung di Jecheon menjadi bagian dari konteks langkah baru itu.
Kemenangan Kedua Korea atas Indonesia
Korea Selatan memenangi laga evaluasi kedua melawan Indonesia dengan skor 3-1 di GOR Jecheon, Provinsi Chungcheong Utara. Korea unggul 25-21, 25-22, 19-25, dan 25-20.
Tim Korea sebelumnya juga menang 3-1 pada laga evaluasi pertama yang digelar dua hari sebelumnya. Uji coba terakhir kedua tim dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli di arena yang sama.
| Laga Uji Coba | Skor | Pemenang |
|---|---|---|
| Evaluasi pertama | 3-1 | Korea Selatan |
| Evaluasi kedua | 3-1 | Korea Selatan |
Korea merebut set pertama dan menunjukkan daya tahan saat set kedua. Jung Ho-young melancarkan serangan cepat pada kedudukan 21-20, sebelum Kang So-hwi menutup set dengan serangan penentu.
Indonesia memenangi set ketiga untuk menjaga peluang. Namun, Korea kembali memegang kendali pada set keempat, termasuk melalui moving attack Lee Ju-ah ketika kedudukan 15-13.
Dominasi Blok di Dekat Net
Catatan blok menjadi pembeda paling nyata dalam pertandingan tersebut. Korea Selatan unggul 17-3 atas Indonesia dalam aspek pertahanan di dekat net.
Kang So-hwi memimpin perolehan angka Korea dengan 16 poin. Na Hyun-soo mencetak 13 poin termasuk tiga blok, sedangkan Lee Ju-ah menyumbangkan delapan poin.
| Pemain Korea Selatan | Total Poin | Catatan |
|---|---|---|
| Kang So-hwi | 16 | Poin terbanyak |
| Na Hyun-soo | 13 | 3 blok |
| Lee Ju-ah | 8 | Kontributor serangan |
| Park Yeo-reum | 7 | Kontributor poin |
| Jung Ho-young | 6 | Kontributor poin |
Viva.co.id melaporkan Lee Go-eun bermain sebagai setter, dengan Kang So-hwi dan Park Yeo-reum sebagai outside hitter. Jung Yoon-ju mengisi posisi opposite, sementara Jung Ho-young serta Kim Se-bin berada di posisi middle blocker.
Usai rangkaian laga melawan Indonesia, Korea Selatan akan mempersiapkan Kejuaraan Asia Timur dan Kejuaraan Asia bulan depan. Agenda tersebut menjadi bagian evaluasi tim yang dilatih Cha Sang-hyun sebelum menghadapi kompetisi berikutnya.






