Saat Masa Depan di MU Retak, Atletico Bukan Tujuan yang Mungkin bagi Ronaldo

Ketika masa depan Cristiano Ronaldo di Manchester United berada dalam situasi rumit, Atletico Madrid sempat ikut disebut sebagai kemungkinan tujuan. Presiden Atletico Madrid Enrique Cerezo memastikan bahwa kemungkinan itu tidak pernah realistis.

Ronaldo dan Manchester United akhirnya mengakhiri kerja sama lebih awal melalui kesepakatan bersama. Setelah meninggalkan Old Trafford, penyerang Portugal tersebut memilih melanjutkan karier bersama Al Nassr di Arab Saudi.

Spekulasi di Tengah Keretakan

Isu kepindahan Ronaldo ke Atletico mencuat pada 2022 ketika relasinya dengan manajer Manchester United Erik ten Hag disebut mengalami keretakan. Masa depannya di klub kemudian menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan.

Dalam situasi itu, bertahan di Madrid dapat terlihat sebagai pilihan praktis bagi Ronaldo. Ia pernah menjalani periode panjang di ibu kota Spanyol sebelum kembali ke Manchester United.

Namun, Cerezo menyebut Ronaldo tidak memilih tetap berada di kota tersebut. Jalan kariernya justru membawanya ke Arab Saudi, tempat ia kini bermain untuk Al Nassr.

“Opsi termudah untuk dia adalah bertahan di kota, yang ketika itu dia tinggali. Namun, pada akhirnya dia pergi ke Arab Saudi, dan di sanalah dia bermain sekarang,” ujar Cerezo.

Atletico Tidak Pernah Menjadi Opsi

Cerezo secara langsung menepis anggapan bahwa Ronaldo dapat membela Atletico. Ia menegaskan tidak ada kemungkinan bagi mantan pemain Real Madrid itu untuk mengenakan seragam klubnya.

“Faktanya adalah Cristiano Ronaldo tidak mungkin bisa bermain dengan kami. Ronaldo kan meninggalkan Real Madrid karena dia ingin terus bermain,” kata Cerezo.

Pernyataan itu tidak lepas dari status Real Madrid sebagai rival utama Atletico di kota Madrid. Ronaldo memiliki ikatan karier yang sangat kuat dengan Los Blancos, sehingga perpindahan ke klub tetangga tersebut menjadi sangat berat.

Sembilan Musim yang Membentuk Identitas

Ronaldo membela Real Madrid selama sembilan musim dan mencetak 450 gol di seluruh kompetisi. Ia juga ikut membawa klub itu mengumpulkan 14 trofi.

Di antara gelar tersebut, Ronaldo meraih dua trofi LaLiga dan empat gelar Liga Champions. Catatan itu menempatkannya sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Real Madrid.

Laporan Detik Sport menyebut pembicaraan mengenai Atletico hadir ketika masa depan Ronaldo di Manchester United menjadi sorotan. Meski rumor sempat beredar, konteks rivalitas Madrid dan pernyataan Cerezo menunjukkan bahwa transfer itu tidak pernah memiliki peluang nyata.

Ronaldo pada akhirnya memilih babak baru bersama Al Nassr, bukan kembali ke kota yang pernah menjadi bagian penting dalam kariernya. Keputusan tersebut sekaligus menutup spekulasi tentang kemungkinan menyeberang ke Atletico Madrid.

Baca Juga