Sisa nasi dapat memberi manfaat bagi tanah dan tanaman apabila diolah kembali sebagai bahan organik. Selain menambah nutrisi, kompos dari nasi disebut dapat membantu memperbaiki kualitas tanah yang rusak.
Bahan dapur ini relatif aman bagi manusia dan hewan, bahkan untuk penggunaan dalam jangka waktu lama. Pemanfaatannya juga menjadi cara sederhana untuk mengurangi sampah organik rumah tangga.
Nasi sisa mengandung nitrogen dan karbohidrat yang mudah terurai. Saat menjadi kompos, bahan tersebut juga disebut memiliki nitrogen, fosfor, dan kalium yang berperan dalam kesuburan daun, pembungaan, serta penguatan akar.
Dua Bentuk Pemanfaatan Sisa Nasi
Sisa nasi dapat digunakan dalam bentuk pupuk organik padat maupun pupuk organik cair atau POC. Kompos padat dibuat dengan menanam nasi di tanah, sedangkan POC dihasilkan melalui proses fermentasi.
| Bentuk Olahan | Cara Utama | Penggunaan |
|---|---|---|
| Kompos padat | Nasi ditanam dalam lubang tanah bersama bahan organik lain | Unsur hara terurai dan diserap tanaman di sekitar lubang |
| Pupuk organik cair | Nasi berjamur difermentasi bersama larutan gula | Diencerkan dengan air pada perbandingan 1:20 sebelum disiramkan |
Untuk membuat kompos padat, tanah di sekitar tanaman digali hingga kedalaman sekitar 30 sentimeter. Nasi sisa kemudian dimasukkan ke dalam lubang tersebut sebelum ditutup kembali dengan tanah.
Dedaunan dapat ditambahkan bersama nasi agar hasil penguraian lebih baik. Setelah beberapa waktu, bahan organik akan terurai dan menjadi sumber nutrisi tambahan bagi tanaman hias maupun tanaman buah.
Fermentasi Nasi Menjadi POC
Pembuatan POC dimulai dengan menyiapkan 500 gram nasi sisa. Nasi tersebut disimpan di tempat yang tidak terkena hujan serta cahaya matahari sampai muncul jamur berwarna oranye.
Setelah itu, siapkan larutan dari 1 liter air dan 75 sampai 100 gram gula pasir. Nasi yang telah berjamur dimasukkan ke dalam larutan tersebut, lalu wadah ditutup rapat.
Campuran perlu didiamkan selama sekitar satu minggu. Selama masa tersebut, tutup wadah dibuka setiap hari dan cairan diaduk hingga rata.
Menurut CNN Indonesia, aroma fermentasi seperti tapai menandakan POC sudah dapat digunakan. Cairan itu perlu dicampurkan dengan air pada perbandingan 1:20 sebelum diberikan ke tanaman.
Penyiraman larutan POC dilakukan secukupnya sebanyak dua kali dalam seminggu. Cara ini memungkinkan pupuk cair dari nasi sisa digunakan sebagai tambahan perawatan tanaman.
Nilai Guna Limbah Dapur
Pemanfaatan nasi sisa menunjukkan bahwa limbah dapur dapat diolah kembali tanpa proses yang rumit. Pilihan kompos padat dan POC memberi alternatif sesuai kebutuhan, baik untuk tanaman yang tumbuh di tanah maupun tanaman dalam pot.
Nasi yang sebelumnya tidak digunakan dapat berubah menjadi bahan yang masih bernilai bagi kebun rumah. Pengolahan tersebut sekaligus mengurangi bahan organik yang biasanya langsung dibuang ke tempat pembuangan.






