Likud pimpinan Benjamin Netanyahu dan Yashar! yang dipimpin Gadi Eisenkot sama-sama diproyeksikan mendapatkan 22 kursi dalam survei Maariv. Kesetaraan itu mengubah gambaran persaingan, karena Likud tidak lagi menjadi kekuatan tunggal teratas dalam jajak pendapat tersebut.
Tekanan bagi Netanyahu bertambah karena blok oposisi secara keseluruhan diperkirakan menguasai 62 kursi Knesset. Koalisi petahana hanya diproyeksikan meraih 48 kursi jika pemilu Israel berlangsung sesuai jadwal pada 27 Oktober 2026.
Mayoritas Tipis yang Menentukan
Knesset memiliki 120 kursi, sehingga 61 kursi menjadi batas mayoritas untuk membentuk pemerintahan. Dengan proyeksi 62 kursi, oposisi berada tepat di atas ambang tersebut.
Keunggulan oposisi membuka peluang pembentukan pemerintahan baru. Namun, angka jajak pendapat tetap merupakan gambaran preferensi responden saat pengambilan data, bukan hasil resmi pemilu.
| Kelompok atau Partai | Proyeksi Kursi | Keterangan |
|---|---|---|
| Blok oposisi | 62 | Melewati ambang mayoritas |
| Koalisi petahana | 48 | Tertinggal 14 kursi |
| Likud | 22 | Setara dengan Yashar! |
| Yashar! | 22 | Partai Gadi Eisenkot |
Partai Pendukung Pemerintah Menyusut
Sejumlah mitra koalisi Netanyahu turut menghadapi proyeksi pelemahan dukungan. Shas diperkirakan hanya memperoleh tujuh kursi, dibandingkan 11 kursi pada pemilu 2022.
Otzma Yehudit juga diproyeksikan berada pada tujuh kursi. Partai Zionis Religius diperkirakan mempertahankan empat kursi dalam survei tersebut.
Blue and White serta Balad diperkirakan tidak lolos ambang elektoral 3,25%. Artinya, kedua partai itu tidak diproyeksikan mendapatkan perwakilan di Knesset.
Perdebatan Mengenai Bentuk Koalisi
Selain menghitung perolehan kursi, survei menanyakan pandangan publik mengenai pihak yang seharusnya terlibat dalam pemerintahan setelah pemilu. Hasilnya menunjukkan penolakan besar terhadap partai Haredi atau ultra-Ortodoks.
Sebanyak 83% responden menolak partai Haredi masuk koalisi berikutnya. Dukungan atas opsi itu hanya mencapai 8%, sedangkan 9% masuk kategori lain.
| Isu Pelibatan Partai | Dukungan | Penolakan | Lainnya |
|---|---|---|---|
| Partai Haredi dalam koalisi | 8% | 83% | 9% |
| Partai Arab dalam pemerintahan | 70% | 10% | 20% |
Respons terhadap kemungkinan keterlibatan partai Arab justru bergerak ke arah berbeda. Sebanyak 70% responden mendukung pelibatan mereka, sementara 10% menolak dan 20% tidak menyampaikan pendapat atau tidak menganggap isu itu bermasalah.
Keyakinan terhadap Pemerintah di Bawah Separuh
Survei mencatat hanya 38% responden percaya pemerintah saat ini dapat mengambil keputusan yang tepat bagi Israel. Sebaliknya, 55% menyatakan tidak yakin terhadap kemampuan pemerintah.
Data tersebut melengkapi tekanan yang tercermin dalam proyeksi kursi koalisi. Dinamika politik masih dapat berubah sebelum jadwal pemilihan tiba.
Metode dan Batas Survei
Jajak pendapat dilakukan pada 8-9 Juli 2026 oleh Maariv bersama Panel4ALL Research yang dipimpin Menachem Lazar. Sebanyak 500 responden berusia 18 tahun ke atas dari populasi dewasa Israel, termasuk warga Yahudi dan Arab, terlibat dalam survei itu.
Margin kesalahan maksimum penelitian tercatat 4,4%. Karena itu, hasil survei memberikan potret sementara mengenai persaingan oposisi, Likud, dan koalisi Netanyahu menjelang pemilu.






