Penggunaan musik Taylor Swift dalam sejumlah konten resmi Gedung Putih berujung pada pembisuan audio di beberapa video. Unggahan tersebut kemudian dapat diputar lagi setelah musik latar diganti.
Kasus ini menarik perhatian karena musik dipakai dalam video yang menampilkan Presiden Donald Trump. Pemakaian lagu populer dalam konteks politik dapat menimbulkan persoalan ketika hak penggunaan karya menjadi pertanyaan.
Medcom.id melaporkan sedikitnya 10 unggahan lain yang menggunakan lagu dari katalog Swift turut mengalami pembisuan audio. Video-video itu tidak hilang sepenuhnya dari akun, melainkan mengalami perubahan pada bagian musiknya.
Video Kembang Api hingga Caption Sindiran
Salah satu unggahan memperlihatkan Donald Trump dan Melania Trump saat menikmati pesta kembang api. Lagu august digunakan untuk mengiringi video tersebut.
Konten lain menampilkan Donald Trump dengan I Bet You Think About Me sebagai musik latar. Lagu itu terdapat dalam album Red (Taylor’s Version) yang dirilis pada 2021.
Tim media sosial Gedung Putih mengaitkan unggahan kedua dengan judul lagu melalui caption. Akun resmi itu menulis, “Kami tahu kamu memikirkan kami.”
| Judul Lagu | Konten | Penggunaan |
|---|---|---|
| august | Trump dan Melania Trump saat pesta kembang api | Musik latar video |
| I Bet You Think About Me | Video yang menampilkan Donald Trump | Musik latar dan rujukan caption |
Pembisuan Menegaskan Batas Penggunaan
Musik populer kerap dipilih untuk menambah suasana sekaligus memperkuat pesan dalam video media sosial. Namun, karya musik juga memiliki perlindungan yang membatasi penggunaannya tanpa izin.
Bagi musisi, hak cipta mencakup lebih dari kepentingan ekonomi atas lagu. Perlindungan itu juga berkaitan dengan kendali atas konteks dan pesan yang dapat diasosiasikan dengan karya mereka.
Visual serta narasi politik dapat memengaruhi penafsiran publik terhadap sebuah lagu. Karena itu, penggunaan musik dalam konten politik dapat menjadi sensitif apabila penciptanya tidak menyetujui pemakaian tersebut.
Konteks Hubungan Swift dan Trump
Pemakaian lagu Swift dalam konten terkait Trump memperoleh perhatian lebih besar karena keduanya diketahui kerap berbeda posisi dalam sejumlah isu politik dan sosial di Amerika Serikat. Latar itu membuat pilihan lagu dalam unggahan Gedung Putih dipandang memiliki konteks yang lebih luas.
Taylor Swift bukan satu-satunya musisi yang lagunya pernah dipakai dalam konten terkait Trump. Bad Bunny pernah menghadapi situasi serupa ketika LA MuDANZA digunakan dalam sebuah video terkait Trump.
Audio pada unggahan yang memakai lagu Bad Bunny itu juga kemudian dibisukan. Peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan musik populer dalam komunikasi politik dapat berujung pada pembatasan ketika hak atas karya dipersoalkan.






