Dari KM 84 Subang, Target Produksi Massal Mobil Listrik Nasional pada 2028

Di sekitar KM 84 jalur Purwakarta-Subang, pemerintah tengah membangun kompleks besar untuk mobil listrik Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menargetkan fasilitas tersebut dapat menopang produksi massal kendaraan listrik nasional paling lambat pada 2028.

Proyek itu dirancang dalam skala kawasan, bukan hanya sebagai lokasi perakitan kendaraan. Area sekitar 539 hektare di Kabupaten Subang, Jawa Barat, dipersiapkan untuk menjadi pusat manufaktur otomotif yang terintegrasi.

Target Produksi Massal pada 2028

Prabowo menyampaikan target tersebut saat peluncuran motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di pabrik perakitan Alva. Pernyataan itu disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyinggung penjelasan yang diterimanya mengenai ekosistem untuk mobil listrik Indonesia. Ia berharap proyek di jalur Purwakarta-Subang dapat memasuki produksi besar-besaran dalam dua tahun mendatang.

“Kalau tidak salah, tidak jauh dari sini perjalanan ke Purwakarta-Subang di KM 84 ada kompleks besar kita lagi bangun, mobil listrik Indonesia yang kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran,” kata Prabowo.

Tenggat 2028 menjadi penanda penting bagi pengembangan industri kendaraan listrik dalam negeri. Namun, pelaksanaannya bergantung pada kesiapan pabrik dan berbagai fasilitas pendukung yang direncanakan dalam kawasan tersebut.

AspekRencana Pengembangan
LokasiSekitar KM 84 jalur Purwakarta-Subang, Kabupaten Subang
LuasSekitar 539 hektare
Fokus utamaManufaktur otomotif berbasis listrik
FasilitasBaterai, riset, pengujian kendaraan, logistik kereta api, dan industri pendukung

Dirancang sebagai Kawasan Terpadu

Kawasan ini akan mencakup pabrik, perkantoran, fasilitas pengujian, serta sarana perancangan dan pengembangan kendaraan. Rencana tersebut menempatkan kebutuhan teknologi dan manufaktur dalam satu area yang saling terkait.

Fasilitas baterai menjadi salah satu unsur yang disiapkan bersama pusat riset dan pengembangan. Pengujian kendaraan serta logistik kereta api juga masuk dalam rancangan rantai produksi kendaraan listrik.

Menurut informasi yang dihimpun oto.detik.com, pembangunan kawasan tidak hanya diarahkan untuk perakitan. Berbagai elemen pendukung produksi kendaraan listrik juga dipersiapkan di dalam proyek ini.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin telah meninjau proyek mobil nasional dan motor listrik nasional tersebut pada Selasa, 21 Juni 2026. Ia kemudian menjelaskan melalui akun Instagram pribadinya bahwa kawasan itu dirancang sebagai ekosistem manufaktur terpadu.

Sjafrie menyebut Kawasan Mobil Nasional sebagai instalasi strategis bagi penguatan industri nasional. Ia menilai kawasan itu penting untuk mendukung penguasaan teknologi dan pembangunan manufaktur yang terintegrasi.

“Kawasan Mobil Nasional merupakan instalasi strategis yang memiliki nilai penting dalam mendukung penguatan industri nasional, penguasaan teknologi, serta pembangunan ekosistem manufaktur yang terintegrasi,” kata Sjafrie.

Pengembangan mobil nasional dan motor listrik nasional dalam satu kawasan memungkinkan fasilitas pendukung dibangun secara saling melengkapi. Dengan basis manufaktur di Subang, proyek ini diarahkan untuk memperkuat kesiapan industri sebelum target produksi massal pada 2028.

Rencana tersebut memperlihatkan bahwa mobil listrik nasional ditempatkan sebagai bagian dari agenda penguasaan teknologi otomotif berbasis listrik. Kesiapan fasilitas baterai, riset, pengujian, dan logistik akan menjadi unsur penting menuju tahap produksi besar-besaran.

Baca Juga