Inter Miami wajib meraih kemenangan besar saat menghadapi Club Leon untuk mempertahankan peluang mencapai perempat final Leagues Cup 2026. Tugas itu menjadi semakin berat karena klub sedang menghadapi absennya Lionel Messi di tengah masa duka sang kapten.
Messi kehilangan ayahnya, Jorge Messi, yang meninggal dunia di Rosario, Argentina, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kepergian tersebut memberi dampak langsung terhadap kondisi pemain dan situasi Inter Miami di fase grup.
Kekalahan yang Mempersempit Peluang
Inter Miami kalah 1-2 dari CF Monterrey di Stadion Nu pada Minggu, 9 Agustus 2026. Dalam pertandingan itu, tim asuhan Guillermo Hoyos tampil tanpa Messi dan Luis Suarez.
Kekalahan tersebut membuat Inter Miami mengoleksi tiga poin dan berada di posisi ke-11 klasemen wilayah MLS. Mereka kini memerlukan kemenangan dengan margin besar atas Club Leon, sambil menanti hasil pertandingan tim pesaing.
| Faktor | Kondisi Inter Miami | Yang Dibutuhkan |
|---|---|---|
| Poin | Tiga poin | Tambahan poin dari kemenangan |
| Posisi | Peringkat ke-11 wilayah MLS | Perbaikan posisi klasemen |
| Laga terakhir | Melawan Club Leon | Menang besar dan hasil pesaing berpihak |
Hoyos mengakui kesedihan Messi turut dirasakan di dalam tim. Ia mengatakan kata-kata kerap tidak cukup untuk menggambarkan keadaan ketika seorang pemain mengalami kehilangan besar.
“Kita semua tahu apa yang terjadi pada Leo, ini adalah tragedi yang luar biasa,” ujar Hoyos. Pelatih itu menilai pemulihan dari duka mendalam tidak dapat berlangsung dalam waktu singkat.
Peran Besar Jorge Messi
Jorge Messi meninggal pada usia 68 tahun di sebuah rumah sakit di Rosario. Selama bertahun-tahun, ia mendampingi putranya tidak hanya sebagai ayah, tetapi juga sebagai agen serta pengelola urusan bisnis.
Hubungan itu membuat kehilangan Jorge terasa sangat personal bagi Messi. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, pemain berusia 39 tahun tersebut menyampaikan pesan emosional melalui media sosial.
“Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan tanpamu, bagaimana aku akan melanjutkannya,” tulis Messi. Ia juga mengakui bahwa kepergian sang ayah memunculkan pertanyaan besar tentang masa depannya di sepak bola.
“Aku selalu cuma bermain sepakbola dan sekarang aku punya begitu banyak keraguan soal apa yang akan terus aku lakukan,” ujar Messi. Ia mengenang Jorge sebagai sosok yang hadir sejak awal hingga mendekati akhir kariernya.
“Kamu ada di sisiku sejak awal, sebentar lagi sampai akhir karierku. Kenapa tidak menunggu sebentar lagi dan kita bisa menyelesaikan ini bersama-sama?” kata Messi.
Pesan Dukungan dan Foto Palsu AI
Ucapan belasungkawa mengalir dari dunia sepak bola, termasuk dari Cristiano Ronaldo, Luka Modric, Thibaut Courtois, David Beckham, dan Neymar. Inter Miami serta Barcelona juga menyampaikan dukungan kepada Messi dan keluarganya.
Ronaldo menulis, “Pelukan hangat untukmu dan keluargamu di masa-masa sulit ini, Leo. Semoga diberi kekuatan.” Pesan tersebut menjadi salah satu dukungan publik bagi Messi setelah kabar duka itu tersebar.
Prosesi pemakaman Jorge dilaporkan berlangsung tertutup di dekat Rosario dengan pengamanan ketat. Di tengah suasana tersebut, sejumlah foto rekayasa AI yang seolah memperlihatkan Messi di pemakaman beredar di TikTok.
Pemeriksaan dengan alat deteksi menunjukkan gambar-gambar itu dibuat menggunakan AI. Keluarga Messi menjalani masa duka secara privat, sementara Inter Miami harus tetap berjuang menghadapi tekanan di turnamen.






