Dari Kebocoran Soal ke Krisis Politik, Protes India Menguji Pemerintahan Modi

Kebocoran soal ujian masuk sekolah kedokteran di India telah berkembang menjadi ujian politik bagi pemerintahan Narendra Modi. Peristiwa yang berdampak pada sekitar dua juta peserta itu memicu demonstrasi mahasiswa di New Delhi dan berbagai kota lain.

Tekanan terhadap pemerintah meningkat karena massa tidak hanya menuntut pembenahan ujian, tetapi juga meminta Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri. Penanganan aparat terhadap demonstran di ibu kota ikut menjadi bagian dari tuntutan tersebut.

Jantar Mantar Menjadi Titik Konsolidasi

Ribuan orang kembali berkumpul di Jantar Mantar, New Delhi, pada Rabu. Mereka meneriakkan slogan dan mengibarkan bendera India dalam salah satu pusat aksi yang menyoroti kebocoran ujian.

Pusat New Delhi berada dalam pengamanan ketat saat aksi berlangsung. Delhi Metro Rail Corp sempat menutup 16 stasiun di kawasan pusat kota, lalu membukanya kembali pada malam hari.

Sebelumnya, puluhan ribu mahasiswa berunjuk rasa di New Delhi pada Senin. Polisi membubarkan massa menggunakan gas air mata dan pentungan.

Masalah Pendidikan Masuk ke Parlemen

Oposisi memanfaatkan momentum protes untuk mendesak pertanggungjawaban politik pemerintah. Anggota parlemen oposisi mengenakan pakaian hitam dan membawa poster yang menyerukan pengunduran diri Pradhan di luar gedung parlemen pada Rabu.

Sidang Majelis Rendah dan Majelis Tinggi beberapa kali diskors setelah anggota oposisi meneriakkan tuntutan dan melakukan interupsi. Partai Kongres juga menggelar aksi duduk di luar kediaman Modi sehari sebelum aksi parlemen.

Dalam aksi itu, polisi sempat menahan Rahul Gandhi, Priyanka Vadra, dan sejumlah pemimpin oposisi lainnya sebelum membebaskan mereka. Gandhi kemudian menyatakan dukungannya terhadap mahasiswa dalam konferensi pers.

“Kami sepenuhnya mendukung mereka. Ini tidak bisa ditawar dalam keadaan apa pun,” kata Gandhi. Ia menyebut mahasiswa meminta Modi menyampaikan permintaan maaf kepada peserta yang terkena dampak kebocoran ujian.

Aksi dan Respons di Berbagai Kota

LokasiPerkembangan
New DelhiPuluhan ribu mahasiswa berdemonstrasi dan aparat menggunakan gas air mata serta pentungan.
Jantar Mantar, New DelhiRibuan massa berkumpul dengan slogan dan bendera India.
Mumbai, Bengaluru, Kolkata, Goa, Guwahati, Thiruvananthapuram, Jammu, AhmedabadAksi mahasiswa menyebar ke berbagai wilayah.
Jaipur, Raipur, ThiruvananthapuramMeriam air digunakan untuk membubarkan aksi tandingan pendukung BJP.
PatnaMedia lokal serta rekaman video melaporkan aksi saling lempar batu.

Di beberapa kota, anggota Bharatiya Janata Party atau BJP menggelar aksi tandingan terhadap Partai Kongres. Kehadiran dua kubu di jalanan mempertegas perubahan isu ujian menjadi pertarungan politik terbuka.

Pradhan menyampaikan responsnya pada Selasa malam setelah tuntutan pengunduran diri semakin kuat. Ia mengatakan pemerintah berkomitmen menanggapi kekhawatiran masyarakat dan melakukan reformasi sistem ujian.

Gerakan yang Membesar dari Dunia Daring

Menurut Liputan6.com yang mengutip Channel News Asia, protes bermula pada bulan lalu dan menjadi salah satu tantangan terbesar dari kalangan muda bagi Modi sejak berkuasa pada 2014. Gerakan yang dikaitkan dengan Cockroach Janta Party atau CJP pada awalnya hanya berupa satire daring yang melibatkan beberapa ratus anak muda.

Mobilisasi tersebut kemudian membesar menjadi aksi yang menjalar lintas kota. Tuntutan atas kebocoran soal ujian, reformasi sistem, dan akuntabilitas aparat kini menjadi pusat keresahan mahasiswa yang terus menekan pemerintah.

Baca Juga