Gelar juara dunia MotoGP 2020 masih menjadi pencapaian terbesar Joan Mir di tengah hasil yang menurun setelahnya. Pebalap Honda itu kini berada di posisi ke-18 klasemen musim ini dan menilai titel yang diraihnya bersama Suzuki belum mendapat penghargaan yang pantas.
Mir menganggap konteks keberhasilan tersebut sangat penting karena Suzuki telah lebih dari 20 tahun tidak memenangi gelar juara dunia. Ia merasa pencapaian bersama pabrikan itu seharusnya tidak dipandang lebih rendah dibanding titel yang diraih dengan Honda, Yamaha, atau Ducati.
Perubahan Hasil Setelah Menjadi Juara
Mir menutup musim 2021 di peringkat ketiga, satu tahun setelah meraih titel juara dunia. Namun, performanya kemudian menurun dan ia hanya menempati posisi ke-15 pada 2022, musim terakhir Suzuki di MotoGP.
Peralihan ke Honda belum membawa hasil yang lebih baik bagi Mir. Ia finis ke-22 pada 2023, lalu ke-21 pada 2024, sebelum kembali mengakhiri musim lalu di urutan ke-15.
| Musim | Tim | Posisi Akhir |
|---|---|---|
| 2021 | Suzuki | 3 |
| 2022 | Suzuki | 15 |
| 2023 | Honda | 22 |
| 2024 | Honda | 21 |
| Musim lalu | Honda | 15 |
Rangkaian hasil tersebut membuat gelar 2020 tetap menjadi puncak perjalanan Mir di kelas utama. Pada musim itu, ia mampu mengungguli Franco Morbidelli dan rekan setimnya, Alex Rins, dalam klasemen akhir.
Gelar dari Musim yang Tidak Biasa
MotoGP 2020 digelar dengan kalender yang terpangkas menjadi 14 putaran akibat pandemi COVID-19. Marc Marquez, sang juara bertahan, juga absen pada sebagian besar balapan setelah mengalami patah tulang di seri pembuka.
Mir tidak mendominasi jumlah kemenangan, tetapi tampil stabil sepanjang musim. Ia menang di Grand Prix Eropa pada Sirkuit Ricardo Tormo serta meraih enam podium lainnya, termasuk tiga hasil runner-up.
| Pebalap | Tim | Poin | Peringkat |
|---|---|---|---|
| Joan Mir | Suzuki | 171 | 1 |
| Franco Morbidelli | SRT Yamaha | 158 | 2 |
| Alex Rins | Suzuki | 139 | 3 |
Dengan total 171 poin, Mir memenangi kejuaraan dengan keunggulan 13 poin atas Morbidelli. Konsistensi itu menjadi pembeda utama ketika ia tidak mengoleksi kemenangan sebanyak sejumlah pesaingnya.
Kekecewaan atas Penilaian Publik
Mir menjelaskan bahwa ia sejak awal tertarik bergabung dengan Suzuki karena ingin menghadapi tantangan yang berbeda. Targetnya adalah mengantar pabrikan tersebut kembali menjadi juara dunia setelah penantian panjang.
Kepada Moto.it, Mir mengatakan, “Aku tidak tahu apakah orang-orang berpikir bahwa aku balapan sendirian di tahun itu, atau apakah jika Anda tidak juara dengan motor Honda, Yamaha, atau Ducati, maka Anda tidak dianggap penting.”
Menurut data sport.detik.com, Mir masih menjadi satu-satunya juara dunia MotoGP dari pabrikan di luar Honda, Yamaha, dan Ducati. Torehan tersebut berpeluang disamai duo Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, yang berada di dua posisi teratas klasemen MotoGP 2026 sementara.






