Dari Juara Australia Open ke Panggung Dunia, Raymond/Joaquin Kejar Medali

Gelar Australia Open 2025 dan posisi runner-up Indonesia Open 2026 menjadi bekal Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menuju Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026. Pasangan muda Indonesia itu kini mengincar medali pada penampilan perdana mereka di kejuaraan dunia senior.

Raymond/Joaquin menilai hasil dari dua turnamen tersebut memberi pengalaman untuk menghadapi pertandingan berintensitas tinggi. Namun, mereka tidak ingin menjadikan pencapaian sebelumnya sebagai alasan untuk terlena menjelang persaingan di New Delhi.

TurnamenTahunPencapaianFinal
Australia Open2025JuaraMengalahkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri
Indonesia Open2026Runner-upKalah dari Goh Sze Fei/Nur Izzuddin

Kemenangan di Australia Open 2025 menjadi salah satu hasil yang memperkuat langkah mereka di sektor senior. Pada partai final, Raymond/Joaquin mampu mengatasi Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Setelah itu, mereka kembali mencapai laga puncak pada Indonesia Open 2026. Perjalanan di ajang BWF World Tour Super 1000 tersebut berakhir setelah Goh Sze Fei/Nur Izzuddin menjadi pasangan yang lebih unggul pada final.

Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 akan digelar di Indira Gandhi Stadium, New Delhi, India, pada 17-23 Agustus. Raymond/Joaquin menjadi satu dari tiga wakil ganda putra Indonesia yang akan bertanding di turnamen itu.

Meski berstatus debutan, Joaquin tidak melihat ada satu lawan yang perlu ditempatkan sebagai ancaman terbesar. Ia justru menekankan bahwa faktor dari dalam diri pasangan tersebut akan lebih menentukan hasil pertandingan.

“Enggak ada (lawan terberat). Musuh terberat diri sendiri,” kata Joaquin saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Menurut Joaquin, peta kompetisi Kejuaraan Dunia tidak jauh berbeda dengan turnamen BWF lain yang telah mereka ikuti. Karena itu, Raymond/Joaquin ingin menjaga permainan terbaik mereka tanpa dibebani reputasi para pesaing.

Mereka juga tidak ingin menunda ambisi hanya karena masih tergolong pasangan muda. Bagi Joaquin, peluang untuk menjadi juara patut dikejar ketika kesempatan itu muncul.

“Kalau dari saya bukan karena mudanya. Misalkan bisa (juara) sekarang kenapa enggak? Kenapa harus tunggu pas sudah agak berumur?” ujar Joaquin.

Motivasi untuk memburu medali senior juga datang dari pengalaman Joaquin di Kejuaraan Dunia junior. Ia pernah tersingkir pada nomor individual dan kini ingin mendapatkan hasil yang lebih baik pada level senior.

Kejuaraan Dunia dipandang Joaquin sebagai ajang bergengsi dengan nilai medali yang berbeda. “Dulu junior kan saya individualnya kalah, jadi saya pengen coba ambil di yang senior,” katanya, seperti dikutip detik.com.

Persaingan di antara pasangan ganda putra Indonesia dinilainya dapat menciptakan lingkungan kompetitif yang sehat. Ketika satu pasangan meraih hasil besar, pasangan lain terdorong untuk menyamai bahkan melampaui pencapaian tersebut.

Fokus utama Raymond/Joaquin menjelang keberangkatan tetap berada pada latihan, bukan tekanan atas hasil akhir. “Apa pun hasilnya di Kejuaraan Dunia nanti, yang pasti kita sudah lakukan yang terbaik di latihan dan itu hasilnya nanti,” tegas Joaquin.

Baca Juga