Kemampuan fisik peserta Seleksi Taruna Akpol 2026 menunjukkan peningkatan pada tes lari 12 menit. Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Anwar menyebut ada 20 peserta yang mampu melampaui jarak 3.200 meter.
Di antara catatan tersebut, Jonathan Putra Siregar membukukan jarak 3.575 meter. Peserta asal Polda Kalimantan Tengah itu kemudian mencatat nilai rata-rata tertinggi di antara 403 peserta seleksi.
Jarak yang ditempuh Jonathan setara delapan putaran lintasan dengan tambahan 375 meter. Capaian itu lahir dari latihan lari berkisar 80 hingga 150 kilometer dalam satu pekan.
Irjen Anwar menilai hasil lari para peserta memperlihatkan persiapan yang serius. “Bayangkan kekuatan fisiknya. Artinya mereka serius betul mempersiapkan diri,” kata Irjen Anwar mengenai capaian tersebut.
Latihan Fisik Tanpa Mentor
Jonathan menjalani latihan fisik dua kali sehari sebagai persiapan menghadapi Tes Kesamaptaan Jasmani. Latihan pagi dimulai pukul 05.00 sampai sekitar pukul 06.00 atau 06.30, sedangkan sesi sore berlangsung pukul 16.00-17.30.
Seluruh program kebugarannya disusun secara mandiri tanpa mentor. Ia memanfaatkan video di media sosial dan YouTube untuk mempelajari drill running, drill push up, serta drill sit up.
Drill tersebut menjadi bagian dari upaya membangun performa dan ketahanan lari. Volume latihan mingguan dapat berubah sesuai intensitas, mulai dari paling sedikit 80 kilometer hingga mencapai 150 kilometer.
| Aspek Persiapan | Catatan Jonathan | Waktu atau Hasil |
|---|---|---|
| Latihan fisik pagi | Lari dan latihan kebugaran | 05.00-06.00 atau 06.30 |
| Latihan fisik sore | Persiapan kesamaptaan | 16.00-17.30 |
| Volume lari mingguan | 80-150 km | Menyesuaikan intensitas |
| Tes Lari 12 Menit | 3.575 meter | Delapan putaran lebih 375 meter |
Nilai Akademik Menguatkan Hasil
Keunggulan Jonathan tidak hanya terlihat pada komponen fisik. Ia meraih nilai 72 dalam Tes Potensi Akademik dan mendapatkan 82 pada Tes Bahasa Inggris.
Untuk mempersiapkan materi akademik, Jonathan mengambil jeda satu tahun setelah lulus SMA. Waktu tersebut digunakan untuk menyusun pola belajar serta program kebugaran dengan target menjadi taruna Akpol.
Menurut detikcom, jadwal belajarnya dibagi menjadi tiga sesi dalam sehari. Ia belajar pukul 08.00-12.00, kembali belajar pukul 13.00-14.30, lalu melanjutkan pada pukul 19.00-21.00.
Bahan belajarnya berasal dari bimbingan belajar daring, kumpulan soal di internet, dan materi yang diperoleh secara mandiri. Untuk bahasa Inggris, ia juga menggunakan AI untuk menghasilkan soal dengan tingkat kesulitan tinggi.
Langkah itu diambil untuk mengantisipasi kemungkinan soal pada tahapan pusat yang lebih sulit daripada seleksi daerah. Jonathan mengatakan ia berusaha menyiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk dalam proses seleksi.
Perpaduan jadwal belajar yang panjang dan latihan kebugaran harian menjadi bagian dari persiapannya. Hasil 3.575 meter pada tes lari serta nilai akademik yang tinggi kemudian mengantarkannya sebagai peserta dengan rata-rata nilai terbaik.






