Kevin Keegan, sosok yang pernah membawa Liverpool meraih gelar besar dan menangani Timnas Inggris, meninggal dunia pada usia 75 tahun. Kepergiannya mengakhiri perjalanan panjang figur sepak bola Inggris yang meraih dua Ballon d’Or sebagai pemain.
Warisan Keegan tidak berhenti pada catatan gol dan trofi bersama Liverpool. Ia juga menjalani karier di Jerman, memperkuat sejumlah klub Inggris, lalu kembali ke sepak bola sebagai pelatih.
Jejak di Liverpool yang Menentukan
Keegan memulai karier profesional bersama Scunthorpe United pada 1968. Kariernya kemudian berkembang pesat setelah ia bergabung dengan Liverpool pada era 1970-an.
Bersama The Reds, Keegan mengoleksi 100 gol dari 323 penampilan. Ia membantu Liverpool merebut tiga gelar Liga Inggris dan Piala Champions pada 1977.
Masa tersebut mengukuhkan Keegan sebagai salah satu pemain paling menonjol dari Inggris. Ia menerima Ballon d’Or pada 1978 dan kembali memenanginya setahun kemudian.
| Bagian Karier | Catatan | Pencapaian |
|---|---|---|
| Liverpool | 323 laga, 100 gol | 3 Liga Inggris, Piala Champions 1977 |
| Ballon d’Or | 1978 dan 1979 | Peraih 2 penghargaan |
| Hamburg | 3 tahun | Karier di Jerman |
| Timnas Inggris | 18 pertandingan sebagai pelatih | 7 kemenangan, 4 kekalahan |
Perjalanan Bermain Setelah Liverpool
Setelah meninggalkan Liverpool, Keegan pindah ke Hamburg dan bermain di Jerman selama tiga tahun. Ia kembali ke Inggris pada 1980 untuk melanjutkan karier sebagai pemain.
Keegan sempat membela Southampton dan Newcastle United. Ia pensiun bersama Blacktown City pada 1985.
Lintasan karier itu memperlihatkan pengalamannya di sejumlah lingkungan sepak bola yang berbeda. Namun, capaian bersama Liverpool serta dua Ballon d’Or menjadi penanda utama masa bermainnya.
Menjadi Pelatih Klub dan Tim Nasional
Keegan memulai karier kepelatihan dengan menangani Newcastle United pada 1992. Periode pertamanya bersama klub itu berakhir pada Januari 1997 setelah ia dipecat.
Setelah itu, ia menangani Fulham dan Manchester City. Keegan kemudian kembali ke Newcastle, yang menjadi klub terakhirnya sebagai pelatih hingga September 2008.
Di tingkat internasional, Keegan dipercaya membesut Timnas Inggris mulai 18 Februari 1999 sampai 7 Oktober 2000. Dalam 18 laga, tim asuhannya membukukan tujuh kemenangan dan empat kekalahan.
Perjuangan Melawan Kanker
Keegan meninggal setelah berjuang melawan kanker yang dideritanya sejak Januari. Penyakit itu muncul tidak lama sesudah kecelakaan mobil yang dialaminya pada tahun lalu.
Pada Mei, ia mengumumkan bahwa kankernya telah memasuki stadium keempat. Kondisi tersebut membuat peluang hidupnya disebut kecil.
Sport.detik.com, yang mengutip The Athletic, melaporkan kabar meninggalnya Keegan sebagai duka besar bagi sepak bola Inggris. Namanya tetap tercatat melalui keberhasilan di Liverpool, pengalaman internasional, dan kiprahnya sebagai pelatih.
Keegan meninggalkan rekam jejak yang mencakup 100 gol untuk Liverpool, gelar Eropa, serta dua penghargaan individual bergengsi. Perjalanan itu menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah sepak bola Inggris.






