Perakitan lokal semakin menentukan persaingan mobil listrik di Indonesia pada 2026. Jaecoo J5 EV menjadi contoh paling menonjol setelah memimpin wholesales Januari-Juli dengan catatan 20.145 unit.
Model tersebut mengungguli BYD Atto 1 yang menempati urutan kedua dengan penjualan 14.349 unit. Keberhasilan J5 EV terjadi di tengah persaingan ketat merek China pada banyak segmen kendaraan listrik.
Daftar 5 Model dengan Penjualan Tertinggi
| Peringkat | Model | Penjualan Januari-Juli 2026 |
|---|---|---|
| 1 | Jaecoo J5 EV | 20.145 unit |
| 2 | BYD Atto 1 | 14.349 unit |
| 3 | Geely EX2 | 8.174 unit |
| 4 | BYD M6 | 6.015 unit |
| 5 | BYD Sealion 7 | 4.176 unit |
Data Gaikindo menunjukkan lima besar tidak hanya diisi kendaraan listrik berukuran ringkas. Ada pula MPV untuk keluarga dan SUV coupe yang menyasar pasar lebih premium.
1. Jaecoo J5 EV
Jaecoo J5 EV membukukan 20.145 unit dan menjadi pemimpin penjualan model tunggal. Varian Premium memberikan kontribusi 20.088 unit, sedangkan varian Standard menambah total penjualannya.
J5 EV telah diproduksi secara CKD di Indonesia. Langkah ini membuat harganya lebih kompetitif dibandingkan versi impor utuh serta ikut meningkatkan minat pasar dari bulan ke bulan.
2. BYD Atto 1
BYD Atto 1 mencatatkan 14.349 unit untuk menempati peringkat kedua. Mobil listrik ringkas tersebut tersedia dalam varian Dynamic, Premium, dan Standard.
Unit Atto 1 dipasok melalui jalur CBU maupun CKD. Penjualan versi CKD mulai meningkat pada paruh kedua Januari-Juli, sejalan dengan perkembangan kapasitas produksi lokal BYD.
3. Geely EX2
Geely EX2 mengamankan posisi ketiga dengan raihan 8.174 unit. Varian Max menjadi salah satu faktor pendukung kinerja penjualan model ini.
Penjualan EX2 melonjak pada Mei hingga Juli. Tren itu memperlihatkan langkah Geely untuk memperkuat kehadiran di kelas kendaraan listrik yang lebih terjangkau.
4. BYD M6
BYD M6 membukukan wholesales 6.015 unit selama tujuh bulan pertama 2026. MPV listrik ini mencatatkan permintaan lebih kuat pada awal tahun sebelum melambat di pertengahan periode.
Posisi M6 di daftar ini menunjukkan konsumen mulai mempertimbangkan MPV listrik untuk kebutuhan keluarga. Pilihan kendaraan ramah lingkungan untuk aktivitas harian pun semakin beragam.
5. BYD Sealion 7
BYD Sealion 7 menutup lima besar melalui penjualan 4.176 unit. SUV coupe listrik tersebut ditempatkan pada segmen yang lebih premium.
Penjualannya sempat tinggi pada kuartal awal tahun, tetapi tren bulanannya kemudian menurun. Persaingan di kelas SUV listrik serupa bertambah seiring makin banyaknya pilihan model di pasar.
Posisi Merek Masih Berbeda
Meski Jaecoo J5 EV unggul sebagai model, BYD tetap memimpin jika penjualan seluruh kendaraan listriknya digabungkan. Perkiraan total lebih dari 26.500 unit berasal dari Atto 1, Atto 3, Dolphin, M6, Seal, Sealion 7, dan E6.
Otomotif Kompas juga mencatat penjualan Wuling sekitar 7.300 unit dari Air ev, Binguo, Cloud, Darion EV, dan Eksion EV. Denza D9 mencatatkan 2.982 unit, memperlihatkan bahwa MPV listrik premium juga memiliki pasar tersendiri.
Persaingan penjualan ini menegaskan pentingnya strategi produksi dalam negeri bagi merek kendaraan listrik. Skema CKD menjadi salah satu cara untuk menekan harga jual dan memperluas akses konsumen.






