iPad Pro dengan chip M4 menonjol lewat kemampuan pemrosesan AI lokal hingga 38 triliun operasi per detik atau 38 TOPS. Kapasitas ini membuat tablet Apple tersebut diarahkan untuk menangani pekerjaan kreatif berat tanpa selalu mengandalkan pemrosesan di server.
Keunggulan utamanya terletak pada Neural Engine 16-core yang menjadi pusat pengolahan kecerdasan buatan. Komponen ini bekerja bersama CPU 10-core dan bandwidth memori hingga 120 GB per detik untuk menopang beban kerja model AI dan generatif.
Performa AI dalam Bodi yang Tipis
M4 dibuat melalui proses fabrikasi 3-nanometer generasi kedua dengan fokus pada kinerja sekaligus efisiensi daya. Apple menyusun CPU-nya dengan empat performance core dan enam efficiency core untuk membagi tugas komputasi sesuai kebutuhan.
Akselerator machine learning juga terintegrasi pada CPU agar proses inferensi dapat berjalan lebih cepat. Kombinasi tersebut memberi ruang bagi model bahasa besar dan tugas AI lain untuk diproses langsung di perangkat.
| Komponen | Konfigurasi | Fungsi |
|---|---|---|
| Neural Engine | 16-core, hingga 38 TOPS | Memproses AI lokal |
| CPU | 10-core | Komputasi dan inferensi ML |
| Bandwidth memori | Hingga 120 GB/detik | Menopang beban AI besar |
| Display Engine | Generasi baru pada M4 | Menampilkan grafis dan visual |
Pekerjaan Kreatif Menjadi Uji Nyata
Kinerja AI lokal terlihat pada Final Cut Pro ketika menggunakan fitur Scene Removal Mask untuk memisahkan subjek dari latar belakang. Pengujian yang dimuat techno.viva.co.id menyebut proses tersebut dapat berlangsung secara real-time dengan satu ketukan tanpa penurunan frame rate.
Dalam aplikasi StaffPad, pemrosesan M4 dipakai untuk mengubah masukan suara piano menjadi notasi musik. Konversi audio menjadi teks atau notasi dilaporkan terasa lebih instan dibandingkan iPad yang menggunakan chip M2.
Fungsi Visual Look Up memanfaatkan computer vision untuk mengenali objek dan mengambil informasi dari gambar. Live Captions juga dapat berjalan bersamaan untuk mengisolasi teks tanpa memicu panas berlebih pada perangkat.
Efisiensi Daya Menjadi Pembeda
Nilai penting M4 tidak hanya berada pada angka TOPS, melainkan juga pada penggunaan daya ketika menjalankan komputasi tinggi. Chip ini disebut dapat memberikan performa CPU setara M2 dengan separuh konsumsi daya.
Dibandingkan chip pada laptop tipis secara umum, M4 disebut mampu menghasilkan performa komputasi serupa dengan seperempat penggunaan daya. Klaim tersebut memperkuat posisi iPad Pro sebagai perangkat tipis yang ingin membawa tugas AI berat ke pemakaian bergerak.
Layar Menopang Ketelitian Visual
Hasil pemrosesan visual ditampilkan melalui layar Ultra Retina XDR berbasis Tandem OLED yang menggabungkan dua panel OLED. Layar ini menawarkan kecerahan penuh hingga 1.000 nits, puncak kecerahan HDR hingga 1.600 nits, serta rasio kontras 2.000.000:1.
Display Engine baru pada M4 membantu menampilkan manipulasi citra generatif dan render grafis 3D secara lebih presisi. Dengan klaim daya tahan hingga 10 jam untuk pemakaian normal, iPad Pro M4 menempatkan AI lokal sebagai bagian penting dari kebutuhan kreatif profesional.






