Inter Milan menutup pramusim dengan kemenangan 1-0 atas Real Betis, didukung dominasi peluang yang mencolok. John Stones kemudian menjadi nama yang menentukan hasil melalui gol perdana pada penampilan pertamanya bersama Nerazzurri.
Inter menghasilkan 16 peluang, sementara Real Betis hanya mencatatkan tujuh tembakan. Perbedaan itu menunjukkan bahwa skor tipis tidak sepenuhnya menggambarkan kontrol permainan yang dimiliki tim asuhan Cristian Chivu.
Ancaman Inter Jauh Lebih Besar
| Tim | Jumlah Peluang | Expected Goals |
|---|---|---|
| Inter Milan | 16 | 1,44 xG |
| Real Betis | 7 | 0,14 xG |
Expected goals Inter mencapai 1,44 xG, jauh di atas Real Betis yang hanya mencatatkan 0,14 xG. Catatan tersebut mempertegas bahwa Inter mampu menciptakan ancaman lebih konsisten sepanjang pertandingan.
Nicolo Barella menjadi salah satu pusat permainan Inter dari lini tengah. Ia menciptakan lima peluang dan menuntaskan 18 operan di area pertahanan lawan.
Tekanan tersebut akhirnya berbuah gol melalui Stones. Bek asal Inggris itu masuk dari bangku cadangan dan hanya berada di lapangan selama 12 menit sebelum mengubah jalannya laga.
Debut Efektif John Stones
Gol Stones lahir dari situasi di dalam kotak penalti Real Betis. Ia menyambar umpan sundulan Benjamin Pavard dengan tembakan sambil memutar badan.
Itu merupakan gol pertama Stones dengan jersi Inter Milan. Pemain berusia 32 tahun tersebut mengaku sangat menikmati momen itu karena mencetak gol bukan hal yang kerap terjadi baginya.
“Saya sungguh sangat bahagia: sebuah kehormatan bagi saya bisa mencetak gol ini, terutama karena hal seperti ini tidak sering terjadi pada saya,” ujar Stones. Gol tersebut sekaligus memberi kemenangan bagi Inter pada pertandingan persahabatan terakhir mereka.
Stones melihat penampilan tim melawan Real Betis sebagai modal yang baik untuk menyambut musim baru. Ia menilai seluruh anggota skuad menunjukkan kerja keras yang mendukung hasil positif itu.
“Mengenakan jersi Nerazzurri dan mencetak gol ini terasa spesial, saya sangat antusias dengan apa yang akan datang,” kata Stones. Ia juga menyebut kemenangan tersebut layak diraih berkat performa kolektif tim.
Skuad Mulai Lengkap Menjelang Kompetisi
Laga ini turut menghadirkan Lautaro Martinez kembali ke dalam skuad Inter. Sang kapten sebelumnya membela Argentina hingga babak final Piala Dunia.
Kembalinya Lautaro memberi tambahan konteks pada fase akhir persiapan Inter. Kemenangan atas Real Betis menjadi penanda berakhirnya rangkaian pertandingan persahabatan sebelum agenda resmi dimulai.
Ambisi di Lingkungan Baru
Stones menyatakan bahwa reputasi besar Inter sudah terasa sejak ia datang ke pusat latihan. Koleksi trofi klub menjadi salah satu hal yang menguatkan kesannya terhadap sejarah Nerazzurri.
“Ini adalah jersi yang indah, salah satu yang terindah dalam sejarah sepak bola: Anda bisa merasakan kebesaran klub ini di mana-mana di pusat latihan,” ujar Stones. Ia menyatakan bangga bergabung dan ingin membantu tim menambah pencapaian baru.
Serie A dipandang Stones sebagai kompetisi yang menuntut adaptasi setelah ia meninggalkan lingkungan yang telah lama dikenalnya. Menurutnya, banyak tim kuat akan bersaing untuk mendapatkan tiket Liga Champions.
“Serie A sangat ketat, ada banyak tim kuat yang bertarung untuk memperebutkan tiket Liga Champions,” ujar Stones. Ia menyebut dirinya telah keluar dari zona nyaman saat memulai tantangan bersama Inter.






